Senin, 21 Mei 2012
BPBD Sumbar Raih Tiga Penghargaan Penanganan Kebencanaan
Minggu, 27 Maret 2011 14:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/3 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat meraih tiga penghargaan Kebencanaan karena dinilai terbaik dibanding sejumlah daerah lainnya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Kepala BPBD Sumbar, Harmensyah di Padang, Minggu (27/3) ketiga penghargaan itu, yakni terbaik untuk kategori rahabilitasi dan rekonstruksi, terbaik kedua pada penanganan tanggap darurat dan terbaik pada kategori kelembagaan.

Penyerahan penghargaan pada akhir Februari 2011 langsung dari Kepala BNPB Syamsuk Maarif dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) dan HUT ke-3 BPNB di Jakarta.

Harmensyah mengatakan, penilaian yang diterapkan BNPB sangat ketat, dan yang penentuanya jelas dari hasil yang telah diperbuat oleh setiap BPBD dalam penanganan kebencanaan di daerah masing-masing.

Kendati demikian, BPBD Sumbar bisa meraih terbaik di kategori rahabilitasi dan rekonstruksi, karena dinilai cepat dalam koordinasi dan singkronisasi dengan kab/kota pada tahap percotohan perbaikan rumah korban gempa 30 September 2009.

Upaya percepatan penyerapan dana, katanya, melibatkan langsung kepala daerah, gubernur dan wali kota untuk "jembut bola" sebagai bentuk kepedulian dalam mendorong dan memotivasi fasilitator, tim pendamping masyarakat (TPM).

Jadi, melalui kekuatan kerja sama dalam menggerakan percepatan penyerapan dana bantuan dari pemerintah pusat untuk korban gempa, ternyata mendapatkan penilai terbaik.

Sementara itu, di kategori tanggap darurat hasil penilain BNPB, Sumbar cepat dalam melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai lintasi instansi dalam mengatasi berbagai kendala.

Tanggap darurat yang dinilai, kata Harmensyah, saat terjadi bencana tsunami menlanda Mentawai pada 25 Oktober 2010, meskipun ada kendala tetapi cepat diatasi.

Misalnya dalam penyaluran bantuan ke lokasi pengungsian korban bencana terkendala cuaca untuk jalur darat, tapi diambil tindakan untuk melalui jalur udara.

Selanjutnya untuk kategori Kelembagaan BPBD Sumbar mendapat terbaik ke tiga, dalam kurun waktu setahun lembaga ini sudah menunjukan perbaikan, di antanya percepatan pengisian struktur organisasi.

Selain itu, pencepatan mendorong terbentuknya BPBD tingkat kabupaten/kota, yang hingga kini hanya tinggal Kota Solok dan Payakumbuh yang dalam persiapan pembentukan.

BPBD Sumbar, sudah melaksanakan penertiban administasi penerimaan bantuan maupun logistik. Khusus untuk dana, dilibatkan langsung instansi berwenang seperti BPKP sebagai wujud transpransi dan akuntabilitas.

Menurut Harmesyah, penghargaan yang diraih ini tentu menjadi tanggung jawab berat untuk menjaga dan terus bisa lebih baik di masa mendatang. Oleh karenanya, BPBD Sumbar terus menggelar rapat koordinasi dengan kab/kota minimal sekali sebulan, bagitu juga dengan lembaga non pemerintah.

Tujuan itu, agar sinergisitas terus terbangun sehingga selalu terjadi peningkatan kapasitas personil dan pembenahan manajamen kebensanaa dalam bingkai kebersamaan.

"Tanpa sinergis dengan berbagai lintas sektor di daerah, tentu penanganan kebencanan tak berjalan baik. Selama ini sudah terbangun, baik dengan Polri maupun TNI dan sektor lainnya, hanya saja butuh peningkatan," katanya.

Terkait, dalam penanganan kebencaan pesonil harus gesit dan bertindak cepat sehingga harus mampu lebih dulu membantu ketika bencana terjadi, makanya diperlukan penanaman jiwa kebencanaan, kemauan dan persiapan mental.

"Makanya berbagai program kesiapsiagaan dipersiapkan, baik untuk peningkatan kapasitas pesonel BPBD dan maupun untuk masyarakat. Maka diharapkan mendapatkan dukungan semua pihak," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita