Senin, 21 Mei 2012
Dinkes Uji Kimiawi Air Sumur Warga Merapi
Kamis, 24 Maret 2011 07:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/3 (SIGAP) - Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Cahya Purnama, Kamis (24/3) mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan uji kimiawi terhadap air sumur warga di lereng Gunung Merapi terutama di sepanjang aliran lahar Sungai Gendol setelah ada keluhan bau belerang.

"Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap air sumur warga di lereng Gunung Merapi, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai yang berhulu di puncak Merapi," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan ini untuk memastikan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan layak tidaknya air sumur tersebut untuk dikonsumsi.

"Kami memang menemukan bahwa air sumur warga di Dusun Morangan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, berbau belerang meskipun warnanya cerah sehingga kami perlu melakukan uji kimiawi untuk menentukan unsur yang terkandung dalam air sumur tersebut," katanya.

Dirinya mengatakan, diharapkan sumur warga di bantaran Sungai Gendol dikuras dan dilanjutkan dengan penernihan lagi sehingga bisa dikonsumsi seperti semula.

"Ada beberapa treatment yang bisa dilakukan. Tetapi harus menunggu kandungan air dalam sumur itu diketahui terlebih dulu agar bisa segera digunakan seperti biasanya," katanya.

Sejumlah sumur milik warga di lereng Gunung Merapi, khususnya di sepanjang aliran lahar Sungai Gendol tidak layak dikonsumsi karena air dari sumur tercium bau belerang yang menyengat.

Sementara itu, Kepala Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Hartono mengatakan, kemungkinan besar sumur-sumur warga ini tercemar belerang yang meresap melalui Sungai Gendol.

Menurutnya, sumur warga yang tercemar belerang tersebut di antaranya berada di Dusun Morangan, Desa Sindumartani, yang meliputi Rt1, Rt2 dan Rt3 di wilayah RW 5.

"Di tiga Rt tersebut saat ini dihuni 90 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa dari segala usia," katanya.

Dirinya mengatakan, saat ini warga harus mencari air di lokasi yang masih aman, atau di Rt tetangga untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak serta sebagian lagi menggunakan air mineral isi ulang.

"Sementara air sumur hanya digunakan untuk mandi dan mencuci baju maupun perabotan rumah tangga," katanya. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita