Senin, 21 Mei 2012
Dinas Bina Marga: 13 Situ Kabupaten Bogor Rusak Parah
Kamis, 24 Maret 2011 04:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/3 (SIGAP) - Sebanyak 13 situ di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat ini kondisinya memprihatinkan karena mengalami kerusakan cukup parah, sehingga selalu meluap saat musim hujan dan kering saat kemarau.

Kepala seksi pemeliharaan irigasi dan sumberdaya air pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor, Agus Rejeki Nusantara mengatakan, pihaknya mengetahui kondisi tersebut namun tidak bisa mengambil tindakan apapun karena terganjal kewenangan pengelolaan situ.

"Kewenangan pengelolaan situ ada di Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU, sesuai dengan Undang-Undang nomor 17/2004 yang menyebutkan kewenangan pengelolaan situ ada di pusat," katanya di Cibinong, Kamis.

Agus menyebutkan, ke-13 situ tersebut diantaranya Situ Cibolang dan Cijantungeun Ilir Kecamatan Jasinga, Situ Wadana dan Cijapar Kecamatan Parung Panjang, Situ Cimanggis Kecamatan Bojonggede, Situ Cogreg Kecamatan Ciseeng, Situ Curug Serpong Kecamatan Gunung Sindur, Situ Cicau Cigadung Kecamatan Klapanunggal, Situ Rawa Jaler Kecamatan Cileungsi, Situ Cijantung Kecamatan Cibinong, Situ Cipambuan Hilir Kecamatan Babakan Madang, Situ Cijujung Kecamatan Sukaraja, dan Situ Leuwi Nutug Kecamatan Citeureup.

Dikatakannya, ke-13 situ tersebut mengalami kerusakan cukup parah seperti mengalami kebocoran, kerusakan bendungan dan pendangkalan.

Kondisi demikian membuat situ tidak lagi bisa menampung air bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi cekungan kering karena tidak lagi berisi air.

Agus menyebutkan, bahwa pemeliharaan situ sangat baik untuk konservasi air dan keberlangsungan lingkungan sekitarnya, mengingat kebutuhan air saat ini semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi ke perkotaan yang juga meningkat.

Dirinya mengatakan, jika pengelolaan ada pada pemerintah daerah, pihaknya dapat melakukan upaya untuk meminimalisir kondisi tersebut sehingga kondisi situ dapat terawat dengan baik.

"Kita bisa mengambil langkah-langkah konkrit untuk menjaga kelestarian situ, seperti melakukan pembersihan gulma dan merenovasi badan situ. Namun itu tidak bisa karena pengelolaan ada di tingkat pusat," katanya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya telah melaporkan kerusakan situ ini kepada Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU, namun karena anggaran yang terbatas maka laporan tersebut belum bisa ditindaklanjuti.

"Karena pengelolaan ada di pusat, maka kita harus menunggu giliran. Karena jumlah situ yang dikelola pusat ada banyak jumlahnya, sedangkan anggaran yang dimiliki terbatas," katanya.


SIGAP mencatat, pada waktu musim hujan, situ dapat menyimpan kelebihan air, baik air yang berasal dari hujan maupun dari sungai. Pada waktu musim hujan, sungai akan kelebihan air dan meluap masuk dalam situ-situ yang ada dan dalam waktu tertentu air akan tersimpan.

Dengan demikian, situ-situ akan dapat mengurangi volume air pada waktu musim hujan, sehingga mengurangi terjadinya banjir sekaligus mempertahankan persediaan air pada musim kemarau. Tidak hanya itu, situ maupun waduk retensi dapat berfungsi mengatur iklim mikro, yaitu menjaga kelembaban di daerah sekitarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita