Senin, 21 Mei 2012
Ekspor Kerajinan Anyaman Bali 130.276 Dolar AS
Rabu, 23 Maret 2011 05:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/3 (SIGAP) - Ekspor kerajinan anyaman dari Bali mampu menghasilkan devisa sebesar 130.276 dolar AS selama bulan Januari 2011, meningkat 59,62 persen dibanding bulan yang sama tahun 2010 yang hanya meraup 81.669 juta dolar AS. Demikian dikatakan Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Rabu (23/3).

Dirinya menjelaskan, perolehan devisa tersebut atas pengiriman 81.702 pcs hasil kerajinan selama bulan Januari 2011, berkurang 37,26% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai 130.219 pcs.

Ketut Teneng mengatakan, menurunnya pengiriman dari segi volume sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar, namun perolehan devisa justru meningkat cukup signifikan, berkat semakin baiknya harga setiap pcs.

Hal itu berkat matadagangan anyaman hasil perajinan Bali semakin bermutu, termasuk rancang bangun (disain) yang cukup diminati konsumen mancanegara.

Ketut Teneng menjelaskan, kerajinan anyaman Bali mempunyai prospek cerah di masa mendatang, mengingat devisa yang dihasilkan terus meningkat.

Kondisi demikian diharapkan tetap dapat dipertahankan pada masa-masa mendatang, di samping eksporter terus memperluas pasaran, ujar Ketut Teneng.

Perolehan devisa dari pengiriman matadagangan yang sama selama 2010 mencapai 1,53 juta dolar AS, menurun 23,79 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2,42 juta dolar AS.

Namun selama lima tahun terakhir, periode 2006-2010 perolehan devisa dari pengiriman berbagai jenis cindera mata hasil nyaman perajin itu turun rata-rata 1,37 persen.

Pada tahun 2006 perolehan devisa dari pengapalan matadagangan anyaman yang dibuat dari bahan bambu, lontar dan pandam sebesar 3,04 juta dolar AS, berkurang 0,33 persen menjadi 3,02 juta dolar AS pada tahun 2007.

Sedangkan tahun 2008 perolehan devisa dari pengiriman matadagangan anyaman tercatat 3,52 juta dolar AS dan 2009 sebesar 2,42 juta dolar AS.

Cindera mata anyaman dari bahan bambu, lontar dan pandan hasil sentuhan perajin Bali dirancang dalam disain yang unik dan menarik wisatawan mancanegara, sehingga mampu memberikan andil yang cukup besar dibanding 17 jenis kerajinan lainnya yang menembus pasaran ekspor.

Ketut Teneng menjelaskan, secara keseluruhan hasil kerajinan Bali mampu menyumbangkan devisa sebesar 215,28 juta dolar AS selama 2010. Hasil kerajinan itu cukup menopang terhadap perolehan ekspor non migas Bali sebesar 519,91 juta dilar AS selama 2010.

Perolehan ekspor non migas Bali secara keseluruhan itu meningkat 3,46 persen dibanding tahun 2009 yang hanya bernilai 502,54 juta dolar AS, tutur Ketut Teneng. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita