Senin, 21 Mei 2012
HNSI: Produksi Ikan Laut Di Sukabumi Masih Minim
Rabu, 23 Maret 2011 05:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/3 (SIGAP) - Wakil Seketaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Sukabumi, Tendi Sudama, Rabu 923/3) menyatakan, Produksi ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) memasuki bulan keempat 2011 masih minim.

Tendi menjelasakan, produksi ikan tiap harinya maksimal hanya mencapai 10 ton.

Menurutnya, Jika dibandingkan pada saat kondisi normal setiap harinya produksi ikan hasil tangkapan nelayan Palabuhanratu bisa mencapai 40 ton.

"Minimnya hasil tangkapan ikan disebabkan masih berlangsungnya musim angin barat dan musim paceklik ikan sehingga banyak nelayan yang tidak melaut karena kondisi tersebut," kata Tendi.

Namun dibandingkan Desember 2010, Tendi mengungkapkan ada peningkatan beberapa persen, pada bulan tersebut hasil tangkapan ikan hanya mencapai lima ton per harinya.

"Diprediksi pada Mei atau Juni kondisi hasil tangkapan akan kembali normal," ungkapnya.

Untuk saat ini hanya seribu nelayan saja yang melaut dari total keseluruhan mencapai 7 ribu nelayan. Ini disebabkan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan hasil tangkapan.

"Harga es balok dan sembilan bahan pokok (sembako) yang naik menyebabkan nelayan masih menunggu kondisi cuaca kembali normal, karena jika memaksakan melaut hasil tangkapan pun tidak bisa menutupi beban biayanya sehingga hanya mendapatkan rugi saja," ujarnya.

Tendi menuturkan, untuk menutupi permintaan pasar pihaknya menyediakan ikan beku yang didatangkan dari luar Palabuhanratu seperti dari Jakarta dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Arief Rahman mengatakan, tinggi gelombang laut di Palabuhanratu untuk yang berada di dalam teluk mencapai satu meter dan untuk yang di luar teluk mencapai dua meter.

"Kondisi cuaca sudah mulai normal, tetapi untuk tinggi gelombang masih berflutuaktif jika sedang hujan tinggi gelombang akan meninggi dan sebaliknya," katanya. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita