Senin, 21 Mei 2012
Limbah Industri Batu Alam Ganggu Produksi Padi Di Cirebon
Rabu, 23 Maret 2011 05:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/3 (SIGAP) - Limbah indusri pengolahan batu alam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diduga sebagai penyebab menurunkan produksi padi di 28 desa pada lima Kecamatan di Kabupaten Cirebon dari rata-rata enam ton per hektare, kini turun menjadi sekitar tiga ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Dr Ali Efedi kepada watawan di Sumber, Rabu(23/3) mengatakan, limbah tersebut telah menurunkan produksi padi seluas 980 hektare, sehingga mengalami kerugian sekitar Rp500 juta per tahun.

Dirinya menjelaskan, akibat industri batu alam tersebut air menjadi keruh karena butiran-butiran batu dan melalui air irigasi masuk ke sawah-sawah.

Akibatnya, pupuk tidak terserap sawah yang sudah dicerami limbah tersebut karena tekstur dan struktur tanah menjadi keras, kendati pemupukan sudah dua kali lebih banyak dari biasanya produksi tetap saja rendah.

Dikatakannya, kondisi seperti itu sudah beralangsung sejak tahun 2000-an sampai sekarang meliputi desa-desa di kecamatan Kelangenan, Palimanan, Dukuhputang, Jamblang dan Depak.

Karena itu, dirinya minta agar kalangan idustiawan segera membuat idustri pengolah limbah (IPAL).

"Kami bukan tidak setuju dengan industri batu alam yang memang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja, tetapi harus ada IPAL agar tidak merugikan sektor pertanian yang juga menyangkut hajar hidup orang banyak," katanya.

Pada prinsipnya, bagi pertanian air limbah dari industri tersebut diolah sehingga ketika memasuki areal pertanian sudah jernih, katanya.

Menurutnya, petani yang sawahnya dicemari tersebut sekitar 2.800 orang. "Mereka sangat bergantung kepada tanaman padi," tambahnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita