Minggu, 20 Mei 2012
Disnak Kota Sungai Penuh Lakukan Penyemprotan Pasar Ternak
Selasa, 22 Maret 2011 06:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/3 (SIGAP) - Dinas Peternakan Pemerintah Kota Sungai Penuh, Jambi, meningkatkan penyemprotan pasar ternak guna menekan dan menghentikan penyebaran wabah flu burung.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kota Sungai Penuh Elpian ketika dihubungi di Kerinci, Selasa (22/3) mengatakan, wabah flu burung (H5N1) telah berkembang di Kota Sungaipenuh sejak sebulan lalu yang menyebabkan ribuan ayam mati.

"Lima desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Sungaipenuh terkena wabah flu burung, namun sejak sepekan terakhir tidak ada lagi laporan ayam yang mati," katanya.

Dinas Peternakan Kota Sungaipenuh terus melakukan antisipasi dan upaya mencegah meluasnya atau menghentikan penyebaran flu burung tersebut, di antaranya menggencarkan penyemprotan di pasar-pasar ternak.

Selain itu, pengawasan sentra peternakan dan lalu lintas juga terus ditingkatkan, jangan sampai wabah itu kembali meluas.

Elpian menegaskan, sejak sepekan terakhir tingkat kematian ayam akibat flu burung sudah tidak ada, kalau pun ada ayam yang mati selain jumlahnya tidak mencapai puluhan ekor, juga akibat penyakit lain.

Baru-baru ini ada beberapa ekor ayam yang mati, namun setelah diteliti, ternyata akibat penyakit tetelo, yang juga rawan pada musim hujan.

Elpian mengatakan, penurunan penyebaran flu burung itu bukan berarti membuat masyarakat dan instansi terkait lepas dari ancaman, karena potensi berkembangnya virus tersebut tetap ada.

Berbagai instansi terkait dan masyarakat, terutama peternak unggas dihimbau tetap waspada dan melakukan kegiatan rutin pencegahan dengan melakukan penyemprotan.

"Kota Sungaipenuh berdekatan dengan Kabupaten Kerinci yang lebih dulu terserang penyakit flu burung itu, harus tetap bekerja keras menangkal wabah flu burung tersebut," kata Elpian.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP sebelumnya, sejak bulan februari 2011, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menemukan penularan wabah flu burung atau avian influenza yang menyerang ternak ayam 6 desa di 2 kecamatan.

Keenam desa dalam 2 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Danau Kerinci dan Sitinjau Laut yang menjadi tempat ditemukannya serangan flu burung terhadap 4.164 ekor ayam ternak milik warga.

Desa-desa tersebut kini sudah diisolasi oleh pihak Disnak dan Diskes setempat guna mencegah meluasnya dampak wabah tersebut. Keenam desa tersebut yakni Desa Sleman di Kecamatan Danau Kerinci, serta Desa Sebukar, Semerah, Tanjung Muda, Koto Baru Hiang dan Pendung Tengah di Kecamatan Sitinjau Laut Di antara tindakan isolasi yang dilakukan adalah pemusnahan ayam-ayam ternak warga yang terindikasi terserang wabah flu burung.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita