Minggu, 20 Mei 2012
Letusan gunung Karangetang Akibatkan Gereja dan Rumah Rusak
Selasa, 22 Maret 2011 04:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/3 (SIGAP) - Terjangan material panas letusan Gunung Api Karangetang di Kabupaten Sitaro pada 18 Maret 2011 lalu mengakibatkan satu gereja dan satu rumah warga dinyatakan rusak berat.

"Adapun gereja yang rusak yakni Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Desa Kinali serta satu rumah penduduk yang kebetulan berada dekat dengan sungai Batuloso," kata salah satu warga Sitaro, Fidel Malumbot, Selasa 922/3).

Sementara itu, ada juga beberapa rumah warga hanya rusak ringan, namun hingga saat ini ribuan warga masih di tempat pengungsian aman seiring dengan aktivitas gunung api itu belum dinyatakan aman.

Malumbot yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, menuturkan ada dua buah jembatan yang belum representatif juga rusak akibat terjangan material batu panas, dan akses ke Desa Kinali, Mini dan Winangun sudah terputus.

"Kami menyaksikan langsung pemerintah daerah membawa pasokan bantuan pangan dan pakaian hanya melalui jalur laut, karena memang jalur darat sudah tidak optimal lagi," ucapnya.

Sementara itu, status gunung Karangetang telah ditetapkan Awas level IV dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ternyata tingkat erupsinya mulai menurun.

"Sudah jarang terdengar lagi bunyi erupsi dari gunung api, namun semburan awan masih sangat terlihat," ujarnya, menambahkan.

Sebelumnya, Gubernur Sulut SH Sarundajang telah menginstruksikan kepada beberapa instansi terkait segera mengungsikan warga dari lokasi gunung api Karangetang.

"Pada prinsipnya, tindakan awal telah dilakukan pemerintah seperti mengevakuasi warga ke tempat yang aman karena ada 573 warga di zona merah," kata Gubernur Sulut.

Selanjutnya, pemerintah sudah mengirimkan bantuan seperti tenaga medis, obat-obatan dan makanan ke tempat pengungsian sementara. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita