Minggu, 20 Mei 2012
Dekopin Gandeng Indomaret Bangun Laboratorium Reatail Koperasi
Selasa, 22 Maret 2011 04:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/3 (SIGAP) - Penasehat Dekopinwil DKI Jakarta, H. Harijadi A. Munandar, di Jakarta, Selasa (22/3) menyatakan, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DKI Jakarta memfasilitasi gerakan koperasi untuk bekerja sama dengan peritel modern Indomaret membangun laboratorium retail koperasi.

Dirinya mengatakan, untuk tahap awal pihaknya akan membangun warung koperasi-Indomaret itu di tiga tempat di Jakarta yakni di kawasan Jl. Dharmawangsa Jakarta Selatan dan dua lainnya di wilayah Ancol Jakarta Utara melalui Koperasi Jaya Ancol. Rencananya, proyek itu akan dimulai bulan depan.

Harijadi menambahkan, pola kerja sama itu akan diwujudkan dalam pengelolaan bersama antara koperasi dengan ritel modern Indomaret untuk menjalankan sebuah usaha warung koperasi modern.

"Ini salah satunya bertujuan agar anggota koperasi mempunyai kesempatan untuk menggali lebih banyak pengetahuan tentang manajemen ritel modern dari Indomaret," katanya.

Pihaknya menargetkan jika proyek laboratorium tersebut terbukti berhasil diterapkan di wilayah Jakarta, maka hal serupa akan dikembangkan di provinsi yang lain.

Dalam penerapannya nanti, manajemen dalam warung koperasi tersebut akan dikelola oleh satu orang kepala toko yang akan ditempati oleh SDM dari Indomaret dan wakilnya adalah anggota koperasi, serta SDM lain juga anggota koperasi.

"Pada saatnya nanti, sudah tertera dalam kontrak yang jelas bahwa pada tahun tertentu, pengelolaan akan mutlak menjadi milik koperasi," katanya.

Harijadi mengatakan, tidak ada persyaratan yang rumit bagi koperasi untuk menjalankan usaha tersebut.

Koperasi, katanya, hanya perlu menyiapkan lahan di tempat strategis minimal seluas 60 m2, yang kelayakan usahanya akan disurvei secara khusus oleh Indomaret.

Menurut Harijadi, warung tradisional yang selama banyak dilaporkan tergusur akibat maraknya pembangunan ritel modern pada dasarnya tidak perlu merasakan kecemburuan berlebih terhadap kehadiran peritel modern tersebut.

"Kuncinya adalah warung tradisional harus mau membuka komunikasi dengan peritel modern dan belajar pada mereka kemudian kembangkan pengetahuan itu," katanya.

Pada dasarnya peritel modern sulit mengalahkan warung tradisional karena warung-warung itu cenderung telah menguasai "data base" lingkungan dan masyarakat sekitar karena telah lebih dahulu berada di kawasan itu.

Karena itu, warung tradisional harus mulai memperbaiki diri dan memberikan pelayanan yang lebih bersifat "jemput bola" dengan memanfaatkan penguasaan data base lingkungannya selama ini, demikian Harijadi A. Munandar. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita