Minggu, 20 Mei 2012
Pengusaha Jepang Tanam Bakau Di Kabupaten Bintan
Senin, 21 Maret 2011 06:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/3 (SIGAP) - Sejumlah pengusaha asal Jepang dari YL Invest Co Ltd menggelar aksi sosial penanaman bakau di kawasan tambak udang dan ikan bandeng di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Juru bicara YL Invest Co Ltd di Bintan Naoto Akune, Senin (21/3) mengatakan, perusahaan YL Invest Co Ltd fokus memperhatikan tanaman bakau di kawasan tambak udang dan ikan bandeng yang sudah tidak produktif di berbagai daerah di Indonesia.

YL Invest Co Ltd mendorong pengusaha tambak ikan dan udang untuk memperhatikan lingkungan, termasuk melestarikan tanaman bakau di sekitar tambak.

Perusahaan itu juga memberikan bantuan berupa bibit tanaman bakau kepada beberapa pengusaha tambak di Indonesia, termasuk kepada pengusaha tambak ikan dan udang di Sei Tiram.

"Selain dapat memberi dampak positif terhadap biota laut di sekitar kawasan tambak, juga merupakan bagian dari aksi sosial dalam upaya mengurangi pemanasan bumi dan menyerap CO2 ," kata Naoto.

Saat ini, kata Naoto, YL Invest Co Ltd menjalin kerja sama dengan Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) di Jawa Timur untuk melakukan kajian dan penelitian tentang manfaat tanaman bakau terhadap perkembangan tambak udang dan ikan bandeng.

"Fokus kita sekarang adalah tambak-tambak tradisional yang sudah ditinggalkan pemiliknya," ujar Naoto.

Naoto mengemukakan, beberapa pengusaha tambak gulung tikar karena kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Tanaman bakau tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, melainkan juga sebagai sumber makanan tambahan bagi habitat di dalam tambak.

Dirinya mencontohkan, ribuan hektare tambak udang dan ikan bandeng tradisional di Pasuruan, Jawa Timur, sudah tidak produktif lagi karena ketiadaan biaya perawatan dan pemupukan oleh pemiliknya. Makanan alami udang dan ikan bandeng berupa plankton yang bersumber dari tanaman bakau sudah tidak ada lagi karena penebangan bakau yang tidak terkendali.

"Makanya, kami hadir di sana untuk memberikan dukungan pengetahuan. Tambak udang dan ikan bandeng yang sudah ditinggalkan pemiliknya masih bisa menghasilkan seperti biasa apabila ditanami bakau kembali," ujarnya.

Naoto memberi apresiasi terhadap sistem pengelolaan tambak udang dan ikan bandeng di Sei Tiram milik Adi Indra Pawenari, karena di sekitar tambak terdapat banyak tanaman bakau. Tanaman bakau tersebut berfungsi sebagai penahan gelombang dan abrasi pantai.

Menurut Naoto, sistem pengelolaan tambak seperti ini patut dijadikan proyek percontohan oleh pemerintah. Artinya, selain mengejar target bisnis, sisi sosialnya berupa kepedulian terhadap kelestarian alam masih bisa dilaksanakan. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita