Minggu, 20 Mei 2012
Pemkot Bitung Imbau Warga Waspada Tanah Longsor
Senin, 21 Maret 2011 05:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/3 (SIGAP) - Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengimbau warga waspada terhadap bencana tanah longsor, bersamaan curah hujan berkepanjangan serta iklim yang kian tak menentu di daerah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Y Sarante di Bitung, Senin (21/3) mengatakan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya warga yang bermukim di sekitar pegunungan untuk mewaspadai bahaya bencana alam seperti tanah longsor.

Lebih lanjut Sarante mengatakan, masyarakat Bitung sebaiknya mengenali kondisi daerahnya terhadap ancaman bahaya tanah longsor, apalagi jika di wilayah itu pernah mengalaminya.

"Jika terjadi hujan terus menerus, sebaiknya warga yang tinggal didaerah pegunungan atau pebukitan segera menghindar untuk mengantisipasi bencana tanah longsor," katanya.

Menurut Sarante, terdapat sejumlah tempat di daerah itu rawan terhadap tanah longsor antara lain di Kekenturan dan Pulau Lembeh.

Kekenturan merupakan salah satu daerah yang sering mengalami tanah longsor di wilayah itu jika terjadi curah hujan tinggi.

Begitu pula di Pulau Lembeh, sehingga masyarakat berada di wilayah rawan tanah longsor itu untuk selalu waspada guna mengantipasi hal-hal yang tidak dinginkan jika terjadi bencana tersebut.

Sarante mengatakan, walaupun belum menelan korban jiwa, namun bencana tanah longsor yang pernah terjadi di wilayah itu telah membuat kerusakan rumah penduduk serta infrastruktur lainnya sehingga menimbulkan kerugian materi.

Berdasarkan catatan SIGAP, musibah tanah longsor juga pernah terjadi pada April 2010 lalu. Bencana tanah longsor itu menimpa puluhan rumah di Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Longsor terparah terjadi di Kelurahan Batu Lobang, terdapat 13 rumah rusak, dan 5 di antaranya rusak parah. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita