Minggu, 20 Mei 2012
BMKG: Tinggi Gelombang Di Perairan Bengkulu 2 Meter
Senin, 21 Maret 2011 03:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu 10 jam ke depan berkisar 0,5 hingga 2 meter.

"Hembusan angin di wilayah itu berpeluang dari arah barat daya sampai utara dengan kecepatan 3-16 knot," kata analis BMKG pada Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Harits Syahid Hakim, Senin (21/3).

Sedangkan gelombang laut di Samudera Hindia Barat Bengkulu berkisar 1,5 hingga 2,5 meter sama dengan sebelumnya, hembusan anginnya dari arah Selatan hingga Utara dengan kecepatan 5-18 knot.

Dirinya mengatakan, bila dilihat dari pantauan citra satelit cuaca ada peluang pertumbuhan awan dan hujan kadang disertai Guntur di wilayah Sumatra bagian Utara hingga Tengah, Perairan Bengkulu, serta Samudera Hindia Barat Aceh hingga Barat Bengkulu.

Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Timur Laut dengan Kecepatan rata-rata 32 kilometer perjam.

Mengenai perkiraan cuaca di wilayah Bengkulu 12 jam ke depan berpeluang berawan, hujan ringan pada siang dan sore hari, sedangkan suhu udaranya 23-31 derajat celcius dan kelembabannya antara 67-97 persen.

Dengan gelombang laut berketinggian normal tersebut kembali memberi peluang kepada nelayan untuk mencari ikan karena sudah dua pekan terakhir terganggu akibat angin kencang dan gelombang tinggi, kata seorang pengusaha ikan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu J Sitanggang.

"Pada hari, Minggu (20/3) kami memberangkatkan tiga unit kapal ikan dengan nelayan sekitar 50 orang, mudah-mudahan mereka dapat berhasil karena sudah dua pekan tidak melaut," ujarnya.

Sementara pemilik warung makan Bunda di kawasan itu mengaku, cukup lumayan melayani para nelayan akan berangkat dan ada juga pulang dari melaut, sedangkan hasil tangkapannya ada peningkatan dari sebelumnya, ujar H Adnan.

"Sebagian besar para nelayan kapal bagan berlangganan dengan kami memesan nasi bungkus untuk bekal berangkat dan mereka pulangnya baru membayar," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita