Minggu, 20 Mei 2012
Jalan Negara Penghubung NTB-NTT Terancam Putus
Minggu, 20 Maret 2011 03:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/3 (SIGAP) - Jalan negara di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, yang menghubungkan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur terancam putus akibat longsor.

Pantauan ANTARA, Minggu, terlihat badan jalan negara yang sudah hampir setengahnya amblas karena tergerus longsor sejak sepekan belakangan sekitar 20 meter.

Tampak berbagai jenis kendaraan termasuk truk fuso dengan beban muatan berat yang akan menyeberang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih nekat melalui jalan tersebut karena tidak tersedia jalan alternatif.

Melihat kondisi jalan yang sangat membahayakan bagi keselamatan para pengendara, sejumlah warga sekitar berupaya mengatur lalu lintas agar kendaraan tidak terperosok ke dalam jurang berkedalaman sekitar 500 meter yang ada di lokasi tersebut.

Sulaiman salah seorang warga mengatakan, ia bersama dengan sejumlah warga lainnya berupaya mencegah terjadinya kecelakaan dengan mengatur dan memberikan peringatan kepada pengendara agar berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat akan melintasi jalan yang sudah hampir putus itu.

"Kendaraan yang datang dari arah barat dan timur diatur agar tidak melintasi jalan secara bersamaan karena badan jalan hanya bisa untuk satu kendaraan saja. Kalau tidak diatur begitu, dikhawatirkan ketika bertemu di tengah badan jalan yang sudah hampir putus akan menyebabkan badan jalan longsor semua ke dalam jurang," ujarnya.

Dirinya mengatakan, jalan negara yang terkena longsor itu merupakan satu-satunya jalan yang bisa dilalui oleh pengendara yang ingin menuju NTT melalui pelabuhan Sape Bima.

Pemerintah setempat sudah meninjau lokasi tersebut, namun baru memasang batu dengan tinggi 100 centimeter dan panjang sekitar 20 meter sebagai batas jalan yang boleh dilalui kendaraan.

"Ini satu-satu jalan akses ekonomi. Kalau tidak cepat ditangani, kami khawatir kalau terjadi hujan lebat jalan ini akan amblas, apalagi kendaraan dengan muatan berat yang melintas setiap hari bahkan pada malam hari," ujarnya.

Sulaima mengaku memperoleh penghasilan dari upaya mengatur lalu lintas yang dilakukan hingga malam hari. Para pengendara yang melewati jalan itu memberikan uang sekedarnya sebagai tanda terima kasih.

"Tapi kami ikhlas membantu kelancaran sekaligus mengimbau pengendara agar berhati-hati. Kami tidak memaksa pengendara untuk memberikan uang," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita