Minggu, 20 Mei 2012
BMKG: Curah Hujan Hingga April 2011 Masih Tinggi
Sabtu, 19 Maret 2011 13:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memprediksi curah hujan di Provinsi Jambi hingga April 2011 masih tinggi atau di atas normal antara 250 hingga 300 milimeter.

Kepala BMKG Provinsi Jambi Remus L. Tobing di Jambi, Sabtu (19/3) mengatakan, diprediksi untuk dua pekan ke depan curah hujan masih tinggi termasuk di kawasan hulu sungai.

"Untuk itu bagi angkutan pedalaman dan pelayaran di kawasan pantai timur tetap waspada serta tidak membawa barang dan penumpang melebihi kapasitas, karena hujan akan diiringi dengan angin kencang dan petir," katanya.

Wilayah Kota Jambi dan kabupaten paling barat Provinsi Jambi, yakni Kerinci dan Merangin yang berada di sekitar Bukit Barisan dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) curah hujan dalam kondisi normal antara 200 mm hingga 250 mm.

Kondisi curah hujan normal tidak mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saefudin Kota Jambi, namun Dinas Perhubungan mengigatkan perusahaan penerbangan tetap waspada, karena musim hujan sering diiringi angin kencang dan badai.

Khusus warga yang bermukim di daerah terjal dan perbukitan seperti di Kabupaten Kerinci dan Merangin, juga dihimbau tetap waspada, karena musibah tanah longsor juga bisa terjadi sewaktu-waktu.

Labilnya tanah akibat aksi penebangan liar dan kegiatan ilegal logging, sangat rawan terjadinya tanah longsor, kendati curah hujan tidak tinggi atau berada di bawah normal.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Rafli Nur mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan personil serta peralatan evakuasi dan bantuan pangan untuk mengantisipasi musibah musim hujan.

Semua personil Satkorlak hingga pelosok daerah sudah disiagakan, dan bantuan pangan, pakaian, sandang dan alat evakuasi juga sudah disiagakan.

"Sejak dini kita tetap melakukan antisipasi, dengan menyiagakan personil Satkorlak, dan warga yang bermukim di daerah rawan bencana juga sudah diperingatkan," kata Raflinur. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita