Minggu, 20 Mei 2012
Harga Gabah Di Purbalingga Mulai Naik
Sabtu, 19 Maret 2011 12:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/3 (SIGAP) - Harga gabah kering panen di wilayah eks-Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, mulai merangkak naik setelah sempat anjlok hingga kisaran Rp2.400-Rp2.500 perkilogram.

Informasi yang diperoleh, Sabtu, harga gabah kering panen di Kabupaten Purbalingga dan Cilacap saat ini berada pada kisaran Rp2.600-Rp2.700 perkilogram.

"Dalam satu pekan terakhir, harga gabah kering panen relatif stabil meskipun sedang panen raya, yakni berkisar antara Rp2.600-Rp2.700 per kilogram," kata Al Amin (42), petani di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Ia mengaku beruntung karena saat memanen padi di sawahnya, harga gabah kering panen tidak lagi berada pada kisaran Rp2.400-Rp2.500 per kilogram.

Selain itu, kata dia, kualitas gabah pada musim panen kali ini cukup baik dan hasil panennya mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah, sawah saya tidak terserang hama sehingga dari luas tanam 100 ubin (1 ubin=14 meter persegi, red.) dapat menghasilkan gabah sebanyak satu ton," katanya.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) Kabupaten Purbalingga, Mustangin mengatakan, harga gabah relatif stabil meskipun sedang berada pada puncak masa panen raya, yakni Rp2.600-Rp2.700 perkilogram untuk gabah kering panen dan Rp3.600-Rp3.700 untuk gabah kering giling.

"Bahkan, harga pun tetap stabil meskipun saat ini hasil panen di Purbalingga banyak terserap oleh daerah lain yang membutuhkan. Apalagi saat ini kualitas gabahnya cukup baik karena persentase patahannya sangat sedikit," katanya.

Sementara itu, seorang pemasok gabah untuk sebuah penggilingan padi di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Sulardi (44) mengatakan, harga gabah di wilayah ini mulai merangkak naik dari kisaran Rp2.400-Rp2.500 perkilogram menjadi Rp2.600-Rp2.700 perkilogram.

"Kalau yang kualitasnya buruk masih berada pada kisaran Rp2.450-Rp2.550 perkilogram," katanya.

 

Arsip Berita