Minggu, 20 Mei 2012
Semburan Lahar Panas Gunung Karangetang Berkurang
Sabtu, 19 Maret 2011 12:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/3 (SIGAP) - Semburan lahar panas dari gunung api Karangetang di Kabupaten Sitaro, mulai berkurang dibandingkan semburan terjadi pada Jumat (18/3).

Atas kejadian tersebut banyak masyarakat yang lebih memilih mengungsi dan ada yang dievakuasi langsung oleh pemerintah daerah, karena tidak ingin mengambil resiko dari dampak bahaya gunung api itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menurunkan tim ke Kabupaten Sitaro, guna memantau langsung kondisi gunung api Karangetang yang lagi aktif, serta berupaya untuk mengevakuasi warga setempat.

"Sejak mendapatkan informasi bahwa gunung Karangetang sudah aktif dan sering erupsi, maka BPBD langsung bertindak ke lokasi," kata Sekretaris BPBD Sulut Vicky Mongilala.

Tugas utama dilakukan pihak BPBD bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sitaro dan jajaran TNI/Polri, adalah mengevakuasi sejumlah warga yang berada dilokasi gunung api itu, terutama di Desa Kinali dan sekitarnya.

Menurutnya, pihak pemerintah Provinsi Sulut juga melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang memantau dan mengatur status gunung itu.

"Kalau memang status gunung Karangetang sudah ditingkatkan menjadi awas, maka harus ada langkah tanggap darurat secepatnya," katanya.

Berdasarkan informasi juga bahwa gunung Karangetang mengeluarkan awan panas dan guguran lava, sampai pukul 12.00 siang (18/3) sudah ada enam kali guguran awan panas.

Gunung api Karangetang merupakan gunung api paling aktif di lndonesia dengan seringnya mengalami kejadian erupsi setiap tahun.

Karakteristik erupsinya berupa erupsi eksplosif tipe strombolian dan vulkanian serta pertumbuhan kubah lava yang sering diikuti oleh kejadian awan panas guguran. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita