Minggu, 20 Mei 2012
BNPB: 43 Rumah Rusak Akibat Tsunami Di Jayapura
Senin, 14 Maret 2011 09:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/3 (SIGAP) - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Daerah Kota Jayapura, Yohanis Wemben kepada wartawan di Jayapura, Senin (14/3) mengatakan, gelombang Tsunami kiriman akibat gempa berkekuatan 8,9 skala richter di Jepang, yang menerjang kota Jayapura, Jumat (11/3) malam, menghancurkan sedikitnya 43 rumah yang tersebar di beberapa lokasi di daerah itu.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data pihaknya gelombang Tsunami itu merusak total 43 rumah dan mengakibatkan satu korban jiwa.

"Lokasi bangunan rumah yang rusak itu antara lain di kampung Tobati 14 rumah rusak dan tiga rusak ringan. Di Kampung Enggros ada Sembilan rumah rusak, di daerah Holtekam 19 rumah dan Hanurata 13 rumah rusak," kata Yohanis Wemben.

Menurut Yohanis Wemben, kerusakan terparah ada di kompleks Hanurata, distrik Muara Tami, yang berjarak sekitar 75 kilo meter dari pusat kota Jayapura.

Dikatakannya, selain rumah, sejumlah fasilitas umum milik masyarakat lainnya juga mengalami kerusakan akibat Tsunami kecil sejauh 200 meter dari bibir pantai.

"BNPB terus melakukan pendataan untuk kemudian dilakukan penanganan sebagaimana mestinya, serta melaporkannya pada pimpinan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi yang terkena tsunami, tampak puluhan rumah sudah tersapu tsunami. Di daerah Holtekamp rumah dan perahu serta jaring warga tersapu hingga radius 50 meter dari bibir pantai.

Berdasarkan laporan masyarakat setempat, tsunami kiriman Jepang menerjang sejumlah titik di kota Jayapura itu sekitar pukul 23.00-24.00 WIT.

Pihak BMKG Papua, sekitar pukul 16.15 WIT mengeluarkan peringatan akan bahaya Tsunami yang akan terjadi di wilayah perairan utara Papua.

Namun peringatan tersebut akhirnya secara resmi dicabut sekitar pukul 21.30 WIT. Peringatan bahaya tsunami itu membuat seluruh warga pesisir pantai di Jayapura mengungsi ke tempat yang aman. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita