Minggu, 20 Mei 2012
Mensos: Indonesia Akan Kirimkan Bantuan Ke Jepang
Senin, 14 Maret 2011 02:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/3 (SIGAP) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Ahad (13/3) malam mengemukakan, Pemerintah Republik Indonesia akan mengirimkan bantuan kepada masyarakat dan pemerintah Jepang, yang sedang dilanda bencana gempa dan tsunami.

Mensos baru saja tiba di Manado, Sulawesi Utara untuk persiapan latihan bersama ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercises (ARF DIREX) di Provinsi Sulut, pada 13-15 Maret 2011, yang diikuti 27 negara dan akan dibuka WaKil Presiden Boediono.

Mensos mengatakan, bantuan yang dikoorinasikan Kemenko Kesra itu melibatkan Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB), Kemenkes, Kemensos, TNI, PMI dan LSM kemanusiaan.

"Kita telah menjalin kerja sama erat dengan Jepang dalam penanggulangan bencana, termasuk menyukseskan ARF-DIREX," katanya.

"Latihan ini memperkuat sinergi antara instansi sipil dan militer yang menangani bencana lintas negara. Tahun lalu (2010) dilaksanakan di Filipina dengan pendamping AS, tahun 2011 ini semestinya Indonesia didampingi Jepang, namun karena terjadi tsunami sebagian tim Jepang tak ikut, termasuk kapal dan helikopter, namun tenaga ahlinya tetap dikirim. Ini bukti solidaritas universal menangani bencana," katanya.

Sementara itu, Biro ANTARA Manado melaporkan bahwa Jepang batal mengikutsertakan pesertanya pada pelaksanaan ARF DIREX di Provinsi Sulut, Indonesia seiring gempa bumi dan tsunami melanda daerah itu.

"Kami sangat menyesal tidak melibatkan peserta ke ARF Direx karena musibah. Tetapi pemerintah Jepang sepenuhnya mendukung kegiatan itu karena menjadi tuan rumah bersama dengan Indonesia," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Akira Saito kepada wartawan di Manado.

Walaupun delegasi batal berpartisipasi di Sulut, hanya saja masih ada tim instruktur pelatihan dari Jepang yang sudah berada di Indonesia, dan masih tetap bertahan untuk membantu pemerintah Indonesia pada upaya simulasi pelatihan bersama penanggulangan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Menurut Dubes Jepang yang didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Gubernur Sulut SH Sarundajang, pemerintah Jepang tetap akan menuntaskan semua kegiatan ARF Direx di Sulut sesuai komitmen dan kerjasama dengan negara-negara ASEAN.

Sebagai bentuk kebijakan membatalkan keikutsertaan delegasi dari Jepang, pemerintah negeri "matahari terbit" itu telah menarik personel kembali sebanyak 328 orang yang bertindak sebagai relawan di ARF Direx. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita