Minggu, 20 Mei 2012
BPS: Produksi Jagung Bali Merosot
Minggu, 13 Maret 2011 06:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/3 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa di Denpasar, Minggu (13/3) mengatakan, produksi jagung di Bali merosot sebesar 26,65 persen selama tahun 2010, akibat berkurangnya sisa luas tanaman yang mencapai 8.228 hektare pada akhir tahun 2009.

Menurutnya, berkurangnya sisa luas tanaman itu mencapai 29,4% dibanding sisa luas tanaman tahun 2008, sehingga sisa luas tanaman itu berpengaruh terhadap produksi jagung tahun berikutnya.

Dirinya mengatakan, berkurangnya produksi itu juga sangat dipengaruhi oleh menurunnya curah hujan dan hari hujan pada tahun 2009.

Kondisi itu berpengaruh terhadap berkurangnya tanaman jagung di daerah-daerah kritis di Kabupaten Karangasem maupun di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Gede Suarsa menjelaskan, produksi jagung di Bali merosot 26.644 ton pipil kering dibanding tahun 2009 yang mampu menghasilkan sebanyak 91.759 ton.

Meskipun demikian produksi jagung pada periode Januari-April 2010 (subround I) menurun 25,25% atau 16.837 ton dibanding periode yang sama 2009.

Gede Suarsa menambahkan, demikian pula pada subround II, periode Mei-Agustus 2010 kembali berkurang 27,43% dan periode September-Desember 2010 atau subround III berkurang 41,50%.

Hal itu berbeda dengan kondisi tahun 2009 yang meningkat sebesar 19,81 persen, berkat bertambahnya produksi pada periode Januari-April 2009 yang ditopang oleh luas panenan mencapai 5.054 hektare.

Meskipun produksi jagung menurun, namun produktivitas persatuan hektare meningkat 0,31 kuintal per hektar, berkat petani mulai menggunakan pupuk organik dan pengolahan lahan yang semakin baik.

Produksi jagung selama lima tahun terakhir, 2006-2010 menunjukkan kecenderungan menurun, yakni produksi setiap tahunnya sekitar 1.915 ton pipilan kering, atau berkurang 2,45% setiap tahunnya.

Demikian pula luas panen lima tahun terakhur juga menunjukkan berkurang 233 hektare setiap tahunnya atau 0,83%. Jajaran Dinas Pertanian Bali hingga aparatnya di tingkat Kabupaten/kota terus berupaya meningkatkan produksi per satuan hektare serta memperluas areal tanaman jagung.

Pola tanam yang terdiri atas dua kali padi dan sekali palawija setiap tahunnya, termasuk pengembangan tanaman jagung diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jagung bagi masyarakat setempat, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak.

Bali memiliki sawah baku seluas 81.400 hektare yang penanamannya diatur sedemikian rupa dua kali padi dan sekali palawija setiap tahunnya, ujar Gede Suarsa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita