Minggu, 20 Mei 2012
Pengamat: Kewirausahaan Butuh Kecerdasan Intelektual
Sabtu, 12 Maret 2011 10:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/3 (SIGAP) - Pengamat ekonomi, Prof. Dr. Tony Pariela mengatakan, untuk menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) di Maluku, dibutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan sosial masyarakat.

"Kalau kecerdasan intelektual dan sosial bisa dikombinasikan dengan baik maka Sumber Daya Manusia (SDM) Maluku akan unggul karena mampu memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia di sekitarnya," kata Tony Pariela di Ambon, Sabtu (12/3).

Tony mengatakan, yang dibutuhkan seseorang dalam berwirausaha bukan hanya kepintarannya dalam mengolah, menghasilkan satu mengkreasikan suatu produk dari potensi kekayaan alam di sekitarnya, melainkan juga kemampuannya membangun relasi sosial atau jejaring.

Menurutya, di Indonesia kenal istilah `modal dengkul`, artinya orang yang tidak punya modal. Cukup dengan keinginan dan keberanian berusaha ditambah kemampuan membina relasi atas dasar saling percaya maka usaha bisa dijalankan.

Dirinya menambahkan, kalaupun dalam usaha itu dibutuhkan uang, maka hanya sebagai alat untuk menstimulasi karena sesungguhnya yang dibutuhkan dalam entrepreneurship adalah keinginan SDM untuk membangun dirinya menuju sukses.

Sedangkan kepada pemerintah daerah, Pariela berharap mampu menggali potensi dan nilai-nilai lokal entrepreneurship masyarakatnya agar ekonomi rakyat dapat tumbuh.

"Pemerintah Maluku harus melihat potensi yang cocok untuk jiwa enterpreneurship lokal masyarakatnya. Misalnya budaya `papalele` (menjajakan jualan keliling - red) itu harus dikembangkan karena telah mengalami degradasi akibat pola pikir masyarakat bahwa pekerjaan yang menjamin masa depan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS)," katanya.

Dirinya menjelaskan, pola pikir "ambtenaar" (PNS - red) itu tumbuh subur karena lembaga seperti papalele tidak berkembang.

"Kalau kita ingin mendorong gagasan enterpreneurship maka kekuatan-kekuatan lokal harus dibangun," katanya menegaskan. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita