Minggu, 20 Mei 2012
Perketat Masuknya Ternak di Karanganyar
Sabtu, 12 Maret 2011 09:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/3 (SIGAP) - Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memperketat lalu lintas sapi dan ternak lainnya menyusul dugaan kasus serangan antraks di Boyolali.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Karanganyar, Muhammad Hatta, di Karanganyar, Sabtu (12/3) mengatakan, semua ternak yang masuk daerah itu harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

"Kalau kami melarang, jelas ini tidak bisa untuk mendatangkan sapi dari luar daerah. Salah satu filternya, mereka harus mengantongi SKKH dari dinas terkait asal sapi itu," katanya.

Langkah itu diambil instansi tersebut setelah ada dugaan kasus antraks di Kabupaten Boyolali.

Selain Boyolali, katanya, beberapa wilayah di eks-Keresidenan Surakarta juga memiliki riwayat antraks.

"Spora antraks itu bisa menular ke manusia. Kalau ada SKKH, paling tidak dari daerah asal sapi yang masuk ke Karanganyar dipastikan sehat dan aman," katanya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menurunkan petugas ke rumah pemotongan hewan (RPH) guna mengecek kesehatan ternak yang akan dipotong.

Dirinya meminta para pedagang daging juga meningkatkan kewaspadaan mengingat penyakit yang menyerang ternak itu juga dapat menular kepada manusia.

Pihaknya juga mewaspadai kemungkinan serangan flu burung.

Dirinya meminta peternak unggas setempat mengantisipasi serangan flu burung melalui penyemprotan disinfektan secara rutin ke kandang mereka. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita