Minggu, 20 Mei 2012
Gara-Gara tsunami Sejumlah Rumah Di Tobati Rusak
Sabtu, 12 Maret 2011 08:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/3 (SIGAP) - Gelombang Tsunami kiriman akibat gempa di Jepang yang sampai di Jayapura, merusak beberapa bangunan rumah dan jembatan yang ada di kampung Tobati, yang memang berlokasi di pulau sendiri yang berada di tengah lautan teluk Youtefa.

"Beberapa rumah dan jembatan di kampung Tobati rusak parah, bahkan ada beberapa yang hancur total akobat gelombang Tsunami semalam," kata Sekretaris Jemaat gereja kampung Tobati, Marcelino Hababuk yang dihubungi ANTARA Jayapura, Sabtu pagi.

Menurutnya, letak kampung Tobati yang berupa pulau terpisah dari kota Jayapura dan berada di tengah lautan dalam teluk Yotefa, membuat gelombang tsunami yang menerjang sekitar pukul 21.30 WIT semalam, langsung merusak bangunan yang ada.

"Di Tobati ada dua jalan penghubung kampung. Jalan darat dan jembatan di atas laut. Yang paling parah terkena terjangan tsunami adalah pemukiman dan jembatan di jalur laut," terangnya.

Dirinya menjelaskan, saat mendengar akan ada tsunami yang menuju Jayapura, warga kampung Tobati memang langsung bergegas menuju gereja setempat, yang memang berlokasi relatif di atas perbukitan pulau itu.

"Tiga kali kami melihat air naik turun, dimulai sekitar pukul 20.30 WIT, puncaknya hingga akhirnya menghancurkan rumah dan jembatan kampung," papar Marcelino Hababuk.

Saat ini, katanya, warga kampung Tobati sedang berusaha memperbaiki perumahan dan sarana jembatan di kampung yang rusak.

"Lebih parah ada sebuah rumah di kampung Enggros yang bersebelahan dengan kami. Rumah warga itu disapu tsunami hingga tak ada bekas," terang Marcelino Hababuk.

Sebelumnya pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika wilayah V Jayapura, Papua, mengeluarkan peringatan akan terjadi tsunami di wilayah perairan Papua bagian utara.

"Yang termasuk Perairan Papua Bagian Utara yakni, Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya," kata Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Papua, Sudaryono kepada ANTARA Jayapura, Jumat.

Menurut dia, Kemungkinan Tsunami akan sampai di perairan Papua bagian utara waktu itu pada pukul 20.00 WIT.

"Tsunami dikarenakan gempa bumi yang sedang terjadi di Jepang yang berkekuatan 8,9 skala richter," terangnya.

Akibatnya seluruh warga kota Jayapura yang bermukim di daerah pesisir pantai memilih mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Meski akhirnya tsunami itu tidak berdampak parah dan pihak BMKG kemudian mencabut peringatannya, hal itu cukup membuat warga kota Jayapura trauma. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita