Minggu, 20 Mei 2012
BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami untuk Timur Indonesia
Jumat, 11 Maret 2011 17:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini ancaman Tsunami untuk wilayah timur Indonesia.

Fauzi, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Jum'at (11/3) membenarkan bahwa BMKG telah mencabut peringatan dini Tsunami untuk wilayah timur Indonesia. Keputusan itu diambil setelah melihat hasil pemantauan melalui perangkat yang dipasang di Pasifik dan sejumlah wilayah Indonesia, seperti Halmahera, Bitung, dan Papua Nugini.

"Dari situ kita mengetahui, dari Halmahera dan Bitung kita pantau tinggi Tsunami 10 centimeter, kemudian yang ada di Papua Nugini setinggi 40 centimeter," jelas Fauzi.

Dari hasil pemantauan itu hingga sekarang, Tsunami tak meninggi lagi. Dengan begitu, BKMG meyakini ancaman Tsunami tak berbahaya lagi. Dengan kondisi tersebut, Fauzi memperkirakan ketinggian Tsunami setibanya di Papua, tidak akan lebih dari 4 meter. Sejauh ini, hasil itu diperoleh dari pemantauan perangkat yang bekerja dengan baik.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan gelombang tsunami akan menghantam Indonesia kawasan timur, menyusul terjadinya gempa 8,9 Skala Richter yang diikuti tsunami di pesisir Pasifik Miyagi di pulau utama Honshu, Jepang, Jumat (11/3).

Berdasarkan akun twitter BMKG, gelombang tsunami tersebut diperkirakan akan menghantam sejumlah daerah di Indonesia seperti Irian Jaya, Maluku Utara, Papua dan Sulawesi Utara pada Jumat pukul 18.00 WIB, tidak terjadi. (laporan rusman)

 

Arsip Berita