Minggu, 20 Mei 2012
BPBA: Sembilan Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang Pidie
Jumat, 11 Maret 2011 06:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/3 (SIGAP) - Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ibnu Sa`dan di Banda Aceh, Jumat (11/3) menyatakan, laporan sementara dari lapangan menyebutkan, sebanyak sembilan orang meninggal, 21 orang hilang, dan ratusan rumah penduduk hanyut akibat banjir bandang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam pada Kamis (10/3) pukul 23.30 WIB.

"Informasi dari staf kami, Wahyudi di lapangan menyebutkan sembilan orang ditemukan meninggal dunia dan 12 orang masih dalam pencarian," katanya.

Banjir akibat hujan deras selama dua hari di daerah pegunungan itu juga merusak berbagai fasilitas publik, kata Ibnu Sa`dan.

Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh Makmur Ibrahim menyebutkan, bantuan logistik dan relawan dari provinsi sedang menuju lokasi.

"Kami telah kerahkan bantuan masa panik dan obat-obatan ke lokasi banjir. Gubernur Irwandi Yusuf juga akan berkunjung ke Tangse petang ini," katanya menjelaskan.

Tangse berjarak sekitar 50 kilometer dari kota Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie atau 170 kilometer dari Kota Banda Aceh.

Ibnu Sa`dan menyebutkan, saat ini telah dibangun 3 titik lokasi pengungsian masyarakat korban banjir di kawasan Tangse.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Asmadi Syam di Banda Aceh, Jumat (11/3) menyebutkan, informasi awal yang diperoleh Pemkab Pidie, musibah yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu meliputi Desa Blang Pandak, Desa Blang Dalam, Desa Layan, Desa Peunalom 1, Desa Peunalom 2, Desa Kuala Krueng, dan Desa Krueng Meriam.

Sementara pejabat Humas Dinas Sosial Provinsi Aceh Burhanuddin, mengatakan Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir bandang di Kecamatan Tangse, Kabupetan Pidie.

"Bantuan masa panik berupa peralatan dapur umum dan bahan makanan, yakni satu ton beras, 10 dus ikan kaleng, 10 dus minyak goreng, 400 kota mie instan dan pakaian," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita