Minggu, 20 Mei 2012
TGC Dinkes Makassar Antisipasi Flu Burung
Jumat, 11 Maret 2011 02:30
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/3 (SIGAP) - Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Makassar langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap setiap warga yang menderita demam untuk mengantisipasi adanya pasien yang terjangkit flu burung.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Kamis (10/3) mengatakan, TGC sudah bergerak sesuai dengan timnya yang dibentuk untuk mengantisipasi adanya indikasi warga yang terjangkit virus flu burung. "TGC ini juga sering melakukan langkah persuasif dari rumah ke rumah," ujarnya.

TGC Dinkes Makassar yang dibantu dari TGC Dinkes Sulsel serta tim dari Dinas Kelautan Perikanan, Peternakan dan Hortikultura Makassar bersama-sama melakukan pemeriksaan ke lapangan.

Naisyah mengatakan, TGC ini bergerak setelah adanya indikasi warga terkena flu burung, apalagi dengan adanya unggas yang mati mendadak di daerah Antang, Kecamatan Manggala beberapa waktu lalu.

"TGC ini selalu berkoordinasi dengan TGC Pemprov Sulsel serta tim dari Dinas Peternakan untuk mengantisipasi adanya flu burung," katanya.

Diungkapkannya, adanya beberapa warga yang terkena demam setelah banyaknya unggas yang mati secara mendadak sudah diperiksa dengan menggunakan alat uji coba.

Dari pemeriksaan secara cepat itu diketahui jika beberapa warga yang menderita demam tinggi itu hanya demam biasa tanpa terjangkit virus flu burung. Meskipun demikian, pihak Dinkes Makassar memberikan pelayanan ekstra kepada pasien.

Sementara berdasarkan pantauan SIGAP, wabah flu burung di Provinsi Jambi kian meluas dan memasuki pekan kedua Maret 2011 sudah 6 kota dan kabupaten yang terserang wabah mematikan itu.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi Husni Jamal di Jambi, Kamis (10/3) mengatakan, 6 daerah tingkat dua meliputi dua kota dan empat kabupaten kini sudah terserang penyakit flu burung.

"Wabah flu burung yang awalnya hanya menyerang lima desa di kabupaten Kerinci, kini mewabah atau berjangkit di kota dan kabupaten lainnya," katanya.

Enam daerah yang sudah terjangkit flu burung itu meliputi Kota Jambi, Kota Sungai penuh, Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Muarojambi, dan terakhir Kabupaten Merangin.

Flu burung merupakan penyakit endemik, yang bisa muncul dan berkembang di suatu daerah karena iklim yang membuat daya tahan ternak jenis unggas itu lemah.

Musim hujan saat ini merupakan situasi yang membuat wabah itu mudah berkembang, karena ternak unggas, terutama yang diternak bebas tidak bisa mencari makan dengan leluasa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita