Minggu, 20 Mei 2012
Angka Kematian Ibu Melahirkan Di Sulbar Relatif Tinggi
Rabu, 09 Maret 2011 04:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/3 (SIGAP) - Angka Kematian Ibu malahirkan di wilayah provinsi Sulawesi Barat, relatif tinggi dengan jumlah kasus sebanyak 262 kematian di setiap 100 ribu kelahiran.

Hal ini diungkapkan, Andi Karyawati, SKM,M.Kes, saat membawakan materi dalam acara seminar dan optimalisasi pemanfaatan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) yang digelar di Hotel D Maleo, Mamuju, Selasa (8/3).

Menurut Andi Karyawati, tingginya kasus kematian Ibu melahirkan ini akibat rendahnya partisipasi mereka dalam melakukan kontrol secara medis termasuk jarak kelahiran anak tidak teratur.

Dirinya mengemukakan, secara nasional lebih dari enam di antara 10 ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan empat kali atau lebih selama masa hamil, sebagaimana menjadi kebijakan program kesehatan ibu di Indonesia.

"Pemeriksaan ibu hamil di Sulawesi Barat berada di bawah rata-rata nasional," katanya.

Menurutnya, Wanita yang tinggal di perkotaan di Sulbar melakukan kunjungan lebih baik dibandingkan ibu yang tinggal di pedesaan. Hal serupa juga terjadi di tingkat nasional.

Demikian pula dengan angka kematian anak terdapat 44 kematian setiap 1000 kelahiran, sehingga sangat membutuhkan perhatian semua pihak.

Dikatakannya, persoalan peningkatan kesehatan, kependudukan dan keluarga berencana bukan hanya beban BKKBN saja, akan tetapi semua pihak diharapkan mampu mengambil peran didalamnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Andi Karyawati menyarankan, kondisi yang terjadi di Sulbar sangat memprihatinkan dan perlu penanganan secara serius karena muaranya akan berdampak terhadap beban ekonomi masyarakat itu sendiri.

Salah satu dari 11 prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014, katanya, yakni penanganan kesehatan termasuk tentang kependudukan dan keluarga berencana sesuai dengan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga guna mencapai MDGs.

Menurutnya, untuk mencapai semua itu dibutuhkan perumusan strategi dalam mengambil kebijakan dalam rangka mengangkat derajat kesehatan di Sulbar. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita