Minggu, 20 Mei 2012
Setdakab Samosir: Aktivitas Gunung Pusuk Buhit Dalam Batas Normal
Rabu, 09 Maret 2011 03:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/3 (SIGAP) - Asisten Pemerintahan Setdakab Samosir, Ombang Siboro di Pangururan, Rabu (9/3)  menyebutkan, aktivitas gunung Pusuk Buhit di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, masih dalam batas normal.

Terkait hal ini, dirinya mengimbau masyarakat yang yang berada di sekitar gunung tersebut tidak perlu panik, pasalnya aktivitas gunung itu masih dalam batas normal.

Ombang Siboro mengatakan, pemberitaan pada beberapa media cetak dan elektronik, terkait peningkatan aktivitas tiga gunung berapi di Indonesia, yang salah satunya Gunung Pusuk Buhit, tidak perlu meresahkan warga, terutama yang berada dekat dengan kawasan tersebut.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat, telah menginformasikan, aktifivas gunung Pusuk Buhit saat ini lebih banyak mengeluarkan air panas. Karenanya, gunung itu hanya dipantau secara episodik saja," kata Ombang.

Sementara itu, Kabid Pengamatan Gunung Api Indonesia PVMBG Bandung, Toto menjelaskan, gunung Pusuk Buhit tetap dalam pantauan pemerintah, karena adanya peningkatan aktivitasnya melalui peningkatan debit air panas dari dalam gunung.

"Saat ini, gunung tersebut mengeluarkan lebih banyak air panas. Taoi, masih dalam tahap normal dan masih berstatus type C," jelasnya.

Dikatakan, dalam pertengahan bulan Maret ini, pihaknya akan segera turun ke kabupaten Samosir untuk penyusunan peta rawan bencana.

Sebelumnya, Ketua Earth of Society Danau Toba, Mangaliat Simarmata menyebutkan, jika memang gunung Pusuk Buhit mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan, pemerintah harus meneliti secara serius.

Hal itu disebabkan lokasi keberadaan gunung tersebut yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Sehingga, diperkirakan dapat menimbulkan efek yang sangat membahayakan.

Setidaknya, kata Simarmata, ada 3 kecamatan yang berada langsung di bawah gunung tersebut yakni Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kecamatan Pangururan, dan kecamatan Harian Boho.

Dirinya menjelaskan, gunung yang awalnya bernama "Gunung Toba" dengan ketinggian 1.500 meter lebih dari permukaan laut dan 1.077 meter dari permukaan Danau Toba itu pernah meletus pada sekitar 4.000 tahun Sebelum Masehi.

Meski sudah lama tenang, tapi Gunung Pusuk Buhit diperkirakan masih mengalami potensi meletus. "Itu sangat berbahaya, apalagi posisinya dekat dengan pemukiman warga," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita