Minggu, 20 Mei 2012
Penderita ISPA Di Pontianak Meningkat
Selasa, 08 Maret 2011 13:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/3 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Batarendro, Selasa (8/3) mengatakan, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pontianak, dari Februari hingga Maret tercatat sebanyak 13.188 kasus.

"Peningkatan kasus ISPA dipicu karena cuaca yang kurang sehat, terutama pada malam hari," kata Multi Junto Batarendro di Pontianak.

Dirinya mengimbau, masyarakat tidak keluar rumah pada malam hari karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah tidak sehat bagi manusia.

"Kalaupun mau keluar rumah sebaiknya menggunakan penutup mulut dan hidung untuk mencegah masuknya partikel debu dan asap," ujarnya.

Data Dinkes Kota Pontianak, mencatat kasus ISPA dari Februari - Maret 2011 sebanyak 13.188 kasus, atau melonjak apabila dibandingkan Agustus - September 2010 sebanyak 3.977 kasus, sedangkan sepanjang tahun 2010 tercatat sebanyak 51.803 kasus.

Walikota Pontianak Sutarmidji mengimbau masyarakat untuk menyimpan air bersih guna keperluan sehari-hari karena cuaca di kota itu dan Provinsi Kalbar memasuki musim kemarau.

"Kalau ada tempat penampungan, saat ini sudah boleh menyimpan air untuk persiapan di musim kemarau," katanya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Pontianak juga mengingatkan masyarakat untuk tidak keluar rumah malam hari karena ISPU sudah tidak baik bagi kesehatan manusia.

"Kalau tidak perlu, sebaiknya tidak keluar rumah malam hari," kata Sutarmidji.

Sebelumnya, Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika Supadio Pontianak Sri Ningsih memperkirakan asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir ini karena kegiatan pembakaran skala kecil.

Menurut Sri, cuaca panas di Kota Pontianak dan sekitarnya dalam sepekan terakhir sebagai dampak adanya tekanan rendah di sebelah barat Australia yang merupakan bibit badai.

Konsentrasi awan saat ini ke sebelah selatan khatulistiwa, sehingga jika terjadi hujan di selatan Kalbar adalah di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya.

Sri menambahkan, perubahan musim dari hujan ke kemarau, tidak begitu dirasakan di Kalbar, karena di provinsi tersebut hampir sepanjang tahun tetap akan ada hujan yang diselingi dengan cuaca panas.

Menurut Sri lagi, hingga April mendatang untuk Kalbar secara keseluruhan, masih ada hujan. Intensitasnya akan turun pada Mei hingga Agustus. Sementara untuk Maret, masih dalam keadaan normal dengan intensitas 300 mililiter.

Dari pengamatan di lapangan, asap tipis mulai menyelimuti Kota Pontianak mulai pukul 19.00 WIB, asap disertai debu sisa pembakaran mulai menebal pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

SIGAP mencatat, Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat.
Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia.

Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.

ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita