Minggu, 20 Mei 2012
Angka Buta Aksara Di Papua 23%
Senin, 07 Maret 2011 09:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/3 (SIGAP) - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Papua James Modouw M.MT di Biak, Senin (7/3) mengatakan, angka buta aksara warga di Provinsi Papua hingga akhir 2010 masih tinggi mencapai 23 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 2.833.381 orang di wilayah tersebut.

"Warga Papua yang masih buta aksara sebagian besar di wilayah pedalaman Papua, hal ini terjadi karena letak geografis alamnya sangat jauh dari kota serta berada di daerah terpencil," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, angka buta aksara di wilayah Papua jika dilihat dari pencapaian partisipasi indeks pembangunan manusia bidang pendidikan sangat tinggi sehingga diperlukan koordinasi lintas instansi guna mengatasinya.

Upaya lain untuk melakukan pemberantasan buta aksara, menurut dia, harus ada keterpaduan program pendidikan sehingga dapat menekan laju angka buta aksara di Papua.

Pemerintah, lanjut Modouw, telah menganggarkan dana pendidikan untuk pemberantasan buta aksara melalui program wajib belajar sembilan tahun serta pendidikan keaksaraan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setempat.

"Untuk menekan angka buta aksara di pedalaman Papua memerlukan kerja sama dengan pihak gereja, LSM, yayasan maupun lembaga pemerintah lainnya," ujar Modouw.

Dirinya berharap, dengan dukungan anggaran Otsus Papua bidang pendidikan diharapkan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait dapat melakukan koordinasi dan sinkronisasi program guna mengatasi angka buta aksara di Papua.

Berdasarkan data penduduk Papua hasil Sensus Penduduk 2010 berjumlah 2.833.381 dengan rincian 1.505.883 laki-laki dan 1.327.498 perempuan.


SIGAP mencatat pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia. Namun, pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata, sehingga masih banyak warga yang menyandang buta aksara. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kemampuan ekonomi dan sosial masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara Keaksaraan Fungsional (PBA-KF) demi meningkatkan angka melek aksara (literacy rate). PBA KF dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu dan taraf hidup warga belajar.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita