Minggu, 20 Mei 2012
Disnakertransos: Pengangguran Di Pandeglang Capai 52.119 Orang
Minggu, 06 Maret 2011 01:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/3 (SIGAP) - Jumlah pengangguran di Kabupaten Pandeglang, Banten pada 2010 mencapai 52.119 orang, dan pada awal 2011 kemungkinan terjadi penambahan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan ketika dikonfirmasi di Pandeglang, Sabtu (5/3).

Tingginya jumlah pengangguran itu, kata Anwar, karena pertambahan angkatan kerja jauh lebih banyak dibandingkan kesempatan kerja yang tersedia.

"Kesempatan kerja di Pandeglang relatif sedikit, sementara angkatan kerja terus bertambah, itulah yang mendorong terus meningkatkan jumlah pengangguran," ujarnya.

Menurut Awar, sebagian besar warga Pandeglang bekerja di luar daerah seperti Kota Cilegong, Tangerang dan Serang Provinsi Banten.

"Lapangan pekerjaan di Pandeglang ini relatif sedikit karena sektor industri masih kurang, karena itulah banyak warga kita yang mencari kerja dan bekerja di luar daerah tapi kebanyakan masih di wilayah Provinsi Banten," ujarnya.

Mengenai jumlah pengangguran tertutup, menurut dia, hingga kini tidak ada data riilnya dan memang sulit mencari data valid karena selain mereka tidak mendaftar ke Disnakersos juga tak pernah mengurus kartu kuning.

"Kalau pengangguran tertutup saya kira banyak, tapi biasanya mereka sebenarnya telah memiliki pekerjaan namun tidak sesuai standar pekerjaan menurut pemerintah," katanya.

Dirinya mencotohkan, para petani bisa dikatakan sebagai pengangguran tertutup karena mereka hanya bekerja sekitar dua-empat jam perhari, atau masih dibawah standar pekerjaan yang ditetapkan yakni delapan jam per hari.

"Di Pandeglang ini kan banyak petani, meskipun memiliki pekerjaan dan penghasilan tapi mereka itu bisa dikatagorikan sebagai pengangguran tertutup karena masa kerjanya kurang dari delapan jam," ujarnya.

Sementara itu secara nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Februari lalu menyatakan, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,32 juta orang, oleh karena itu diperlukan gerakan nasional untuk meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat.

Presiden menegaskan, data itu berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), organisasi resmi pemerintah yang bertugas mengolah berbagai jenis data.

Yudhoyono menjelaskan, fokus utama pemerintah adalah berusaha menyediakan lapangan kerja bagi para penganggur itu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita