Minggu, 20 Mei 2012
Bupati Lebak Minta Warga Waspada Bencana Alam
Minggu, 06 Maret 2011 01:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/3 (SIGAP) - Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Sabtu (5/3) meminta warga mewaspadai bencana alam menyusul tingginya curah hujan selama sepekan terakhir, mengingat wilayah daerah itu banyak terdapat tebing dan pegunungan serta aliran sungai.

Mulyadi mengatakan, selama ini intensitas curah hujan cukup tinggi sehingga rawan terjadi banjir dan longsoran tanah.

Beberapa hari lalu, kata dia, ratusan rumah di Kecamatan Banjarsari terendam banjir akibat meluapnya sungai Ciliman.

Bahkan, saat ini daerah aliran sungai (DAS) Ciujung dan Ciberang meluap sehingga warga bantaran sungai kini sebagian sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dirinya menjelaskan, wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan banjir dan longsor, karena letak geografisnya berbukit terjal serta berupa pegunungan, serta terdapat delapan sungai besar dan ratusan anak sungai.

"Saya sudah memerintahkan seluruh aparat kecamatan, desa dan relawan jika hujan deras secara terus-menerus agar waspada." katanya.

Menurutnya, saat Ini wilayah rawan bencana longsor tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Muncang, Cibeber, Bojongmanik, Bayah, Panggarangan, dan Cimarga.

Di wilayah tersebut kerap kali terjadi longsoran tanah apabila hujan deras karena lokasinya berada pada dataran tinggi dan berbukit terjal.

Sedangkan daerah rawan banjir adalah Kecamatan Rangkasbitung, Cileles. Banjarsari, Wanasalam, Leuwidamar, Cimarga, dan Warunggunung.

Sebab wilayah banjir tersebut dilintasi oleh delapan sungai besar.

"Kami minta warga yang tinggal di wilayah rawan banjir agar selalu waspada, terutama jika hujan deras turun malam hari." ujarnya.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi bencana alam dengan menyiapkan peralatan evakuasi, tenda serta persedian pangan dan obat-obatan.

Selain itu juga personel tim Search and Rescue (SAR), terdiri dari Polri, TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan relawan yang sewaktu-waktu siap diterjunkan ke lokasi bencana alam.

Peralatan evakuasi tersebut diantaranya enam perahu karet yang dilengkapi pelampung, perahu dolphin yang bisa menampung 10 sampai 15 orang dan tenda pengungsi.

"Kita sudah siap untuk menangani bencana alam dengan bertindak cepat dan kerja sama yang baik serta koordinasi dengan berbagai instansi agar tidak ada jatuh korban," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Lebak Tatang mengatakan, pihaknya sudah siaga menghadapi musim banjir dan longsor dengan menyiapkan anggota Tagana sebanyak 254 orang.

Mereka memberlakukan piket selama 24 Jam untuk memberikan pertolongan dan evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam itu.

"Kami saat ini sudah menyebar anggota Tagana di daerah rawan banjir, seperti Kecamatan Banjarsari, Rangkasbitung, Cibadak, Cikulur," katanya.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita