Minggu, 20 Mei 2012
Dinkes Kota Padang Himbau Warga Waspadai Penyakit Flu Burung
Sabtu, 05 Maret 2011 08:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/3 (SIGAP) - Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Afrida Azis, menghimbau warga Kota Padang agar mewaspadai penyakit flu burung. Pasalnya, 5 orang warga Kota padang diduga terinfeksi flu burung, Sabtu (5/3).

"Warga Kota Padang agar tetap mewaspadai penyakit flu burung yang menyerang manusia,"kata Kepala Dinas Kesehatan Afrida Azis, di Padang, Sabtu (5/3).

Menurutnya, penyakit flu burung masih menjadi perhatian dari berbagai pihak, karena penyakit itu dapat membawa kematian.

"Dinkes Kota Padang mengawasi daerah endemis flu burung agar tidak menular ke manusia,"katanya.

Hasil penyelidikan Dinkes bersama Dinas Pertahutbun ada 8 Kecamatan wilayah Kota Padang dilaporkan masyarakat unggas yang mati mendadak.

Delapan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Padang Barat, Padang Utara, Padang Timur, Padang Selatan, Kuranji, Lubuk Begalung, Koto Tangah, Nanggalo. "Delapan Kecamatan tersebut terindikasi unggasnya mata terinfeksi virus avian influenza (A1),"kata Afrida Azis.

Dirinya menambahkan, Dinkes tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertahutbun melakukan pemantauan pada manusia ditempat maupun wilayah dimana unggus mati mendadak secara terus menerus.

"Jika ada ayam yang mati mendadak masyarakat agar memberitahukan pada Dinkes serta Dinas Pertahutbun untuk minimalisir wabah flu burung menyerang manusia,"katanya.

Afrida Azis mengatakan, saat telah lima orang warga Kota Padang diduga terserang flu burung menjalani perawatan secara insentif di rumah sakit M.Jamil Padang.

"Pihak rumah sakit telah mengambil sampel darah masing-masing pasien tersebut untuk memastikan positif atau negatif flu burung,"katanya.

Menurutnya, 5 orang warga tersebut terkena virus flu burung akibat adanya kontak langsung dengan unggas maupun ayam.

"Sebelum terinfeksi flu burung, besar kemungkinan lima orang warga Kota Padang ada kontak langsung dengan unggas di sekitar rumah,"katanya.

Dirinya menambahkan, Dinkes memberikan sosialisasi di Puskesmas yang ada pada masyarakat Kota Padang tentang penanganan secara dini flu burung.

"Kita telah memberikan sosialisai tentang bagaimana penanganan secara dini jika masyarakat terserang flu burung,"katanya.

Materi sosialisasi, jelasnya, bagaimana mendiagnosa atau mengenali kasus di pelayanan kesehatan dasar baik Puskesmas atau klinik dokter swasta. Karena berbagai penyakit selalu dengan gejala demam, flu burung juga diawali dengan demam tinggi.

Dalam hal ini, petugas pelayanan kesehatan harus melakukan anamneses mendalam jika menangani pasien yang demam. Misalnya, menanyakan apakah pasien itu dalam seminggu terakhir ada kontak dengan unggas yang mati mendadak atau kontak dengan produk unggas.

"Jika ada, maka kuat dugaan pasien itu suspect flu burung," kata Afrida Azis. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita