Minggu, 20 Mei 2012
Jumlah UMKM Di Babel 264.808 Unit
Jumat, 04 Maret 2011 03:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/3 (SIGAP) - Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Provinsi Babel, Budiman Ginting di Pangkalpinang, Jumat (4/3) mengatakan, jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2010 mencapai 264.808 unit atau bertambah 16.223 unit dibandingkan 2009 yang hanya 248.585 unit usaha.

"Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan UMKM Babel meningkat termasuk dari segi mutu produk harus lebih berkualitas, karena peran UMKM sangat penting sebagai pondasi perekonomian masyarakat sekaligus mengurangi pengangguran," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM yang rata-rata bergerak di bidang pertanian dan pengolahan makanan khas Bangka, sehingga dapat meningkatkan jumlah dan mutu produk yang dihasilkannya.

Dirinya mengatakan, dari sebanyak 264.808 unit UMKM pada 2010 itu dengan rincian 1.716 unit usaha menengah, 89.622 unit usaha kecil dan 173.470 unit usaha mikro yang didominasi sektor usaha pertanian dan pertambangan.

Sementara itu dari segi usaha yang digelutinya, UMKM yang bergerak pada sektor usaha pertanian sebanyak 182.464 unit, sektor pertambangan dan penggalian 16.015 unit, sektor indutri pengolahan 6.731 unit, sektor indutri pengolahan 6.731 unit, sektor usaha listrik gas dan air 134 unit, sektor usaha kontruksi 832 unit, sektor pedagangan besar dan eceran 37.695 unit.

Selanjutnya sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum 7.950 unit, tranportasi, pergudangan dan komunikasi 2.939 unit, perantara keuangan 325 unit, usaha real estat, usaha persewaan dan jasa perusahaan 2.498 unit, jasa pendidikan 1.559 unit, jasa kesehatan 881 unit, jasa kemasyarakatan, sosial dan budaya 4.488 unit dan sektor usaha jasa perorangan 297 unit.

Menurutnya, kendala UMKM sekarang ini kualitas dan mutu produknya masih rendah karena kurangnya dan lemahnya sumber daya manusia (SDM) para pelaku UMKM dalam mengelola, manajemen dan memasarkan produk usahanya.

"Pelaku UMKM dalam mengelolaan produk masih banyak bersifat tradisional dan kurangnya kreatifitas, sehingga sulit menghasilkan produksi yang dapat menembus pasar luar daerah, apalagi pasar internasional," ujarnya.

Untuk itu, kata Budiman, dalam mendorong UMKM yang mandiri, pihaknya terus melakukan peningkan SDM pelaku UMKM melalui program pendampingan, pembinaan dan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM yang tersebar di kabupaten dan kota.

"Kami terus melakukan berbagai upaya dalam upaya meningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan UMKM yang sehat, mandiri dan mampu berdaya saing dengan produk impor yang membanjiri pasaran," ujarnya.

SIGAP mencatat, berbicara masalah menggerakkan ekonomi rakyat sesungguhnya tidak terlepas dari pembicaraan terhadap usaha memberdayakan UMKM, karena sampai dengan akhir tahun 2006 BPS menginformasikan bahwa 48,258 juta, atau 99,99 % unit usaha yang ada di Indonesia tergolong dalam kelompok (UMKM). Kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 87% dari jumlah tenaga kerja produktif yang tersedia.

Sedangkan sumbangannya terhadap PDB mencapai 54%. Data tersebut mengindikasikan bahwa pada dasarnya UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita