Minggu, 20 Mei 2012
Guru Besar: Pemerintah Perlu Siapkan Tenaga Pendampingan Subak
Jumat, 04 Maret 2011 03:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/3 (SIGAP) - Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia MS di Denpasar, Jumat (4/3) mengatakan, pemerintah pusat, Pemprov Bali maupun pemkab dan pemkot di daerah ini hendaknya dapat menyiapkan tenaga pendampingan pada 2.345 organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian (subak) di Pulau Dewata.

"Tenaga pendampingan tersebut untuk membina dan mengarahkan petani dalam mewujudkan kemantapan ketahanan pangan," jelasnya.

Dirinya mengatakan, tenaga pendampingan tersebut antara lain mengarahkan petani di masing-masing subak untuk merintis pembentukan kegiatan ekonomi bisnis, antara lain koperasi tani.

Kehadiran lembaga sosial ekonomi di lingkungan subak akan sangat mendorong mewujudkan ketahanan pangan yang kini menjadi dambaan semua pihak.

Penelitian yang dilakukan pada sejumlah subak di Bali, baik yang telah membentuk koperasi tani maupun belum, menunjukkan bahwa subak yang telah memiliki koperasi tani (aktivitas ekonomi) hasilnya jauh lebih baik dibanding dengan subak yang tidak memiliki wadah kegiatan ekonomi.

Windia menambahkan, kondisi subak yang memiliki ketahanan pangan, sangat diharapkan pemerintah. Sementara subak yang belum mengelola wadah kegiatan ekonomi, kurang mampu dalam mewujudkan kemantapan pangan tersebut.

Dinas Koperasi dan UKM dapat lebih memasyarakatkan lembaga koperasi tani kepada setiap subak, dengan harapan mampu memperbaiki indeks ketahanan pangan petani di masing-masing subak bersangkutan.

Sistem organisasi pengairan dalam bidang pertanian yang diwarisi secara turun temurun sejak lebih dari 1.000 tahun silam itu, hingga kini tetap eksis di Bali.

Subak akan menjadi lebih sempurna jika pengelolaan wadah koperasi tani perannya semakin maksimal dalam menunjang pengembangan ketahanan pangan, baik di Bali maupun secara nasional, ujar Prof Windia. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita