Minggu, 20 Mei 2012
BKKBN: Realisasi Akseptor KB di Bali 116,26%
Jumat, 04 Maret 2011 03:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/3 (SIGAP) - Kepala BKKBN Provinsi Bali I Wayan Sundra, SH didampingi Kepala Seksi Advokasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KID) Drs I Nyoman Sumiarta di Denpasar, Jumat (4/3) mengatakan, pencapaian akseptor keluarga berencana (KB) baru di Bali sebanyak 71.070 pasangan atau 116,26% dari sasaran yang ditetapkan 61.126 pasangan selama 2010.

"Prestasi dalam mengatur dan mengendalikan pertumbuhan penduduk itu diharapkan bisa ditingkatkan dalam tahun 2011 dan masa-masa mendatang," katanya

Dirinya mengatakan, adanya penambahan akseptor baru itu menjadikan program KB di Bali semakin mendapat dukungan dan peranserta masyarakat, khususnya pasangan usia subur (Pus), termasuk kaum pria (suami).

Pencapaian akseptor KB di Bali memasuki tahun 2011 tercatat 552.484 peserta atau 107,63% dari sasaran yang ditetapkan hanya 513.295 peserta.

Dengan demikian jumlah akseptor KB tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,54% dibanding tahun sebelumnya. Hal itu berkat dukungan dan kerja sama yang baik dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat.

Wayan Sundra menjelaskan, pencapaian akseptor baru yang melampaui sasaran tersebut, persentase paling tinggi dicapai oleh Kota Denpasar sebesar 128,27%, menyusul Kabupaten Jembrana 121,31% dan Kabupaten Buleleng 120,17%.

Lima Kabupaten lainnya yang meliputi Kabupaten Tabanan, Badung, Klungkung, Bangli dan Karangasem dengan pencapaian di atas 80%. Hal penting lainnya yang cukup menggembirakan keikutsertaan pria dalam program KB dengan melakukan vasektomi maupun menggunakan alat kontrasepsi kondom.

Delapan dari sepuluh PUS di Bali telah menggunakan kontrasepsi mantap dalam mengatur angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk, tutur Wayan Sundra.

Berdasarkan catatan SIGAP, tujuan program KB adalah memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk
menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan
angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita