Minggu, 20 Mei 2012
BMKG: Musim Kemarau Di Sulbar Mulai Juni
Kamis, 03 Maret 2011 08:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, musim kemarau di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diperkirakan akan berlansung pada akhir Juni 2011. Kepala Stasiun BMKG Majene, Edy Sofyan, di Majene, Kamis (3/3) mengatakan, musim kemarau di Provinsi Sulbar akan terjadi pada awal akhir Juni atau pada awal Juli tahun 2011.

Dirinya mengatakan, pada awal Maret tahun 2011 ini masih sedang berlansung musim hujan dengan curah hujan dalam intensitas ringan, sedang, sekitar 100 mililiter perhari dan kecepatan angin sekitar 36 kilometer perjam. Edy mengatakan, musim hujan di Sulbar Maret ini terjadi karena fenomena badai La Nina yang disertai hujan juga masih melanda wilayah Sulbar.

"Musim hujan di Sulbar bukan disebabkan karena curah hujan tinggi, melainkan karena dipengaruhi oleh fenomena lain yakni badai La Nina, yang juga masih terjadi di Sulbar," katanya.

Menurutnya, setalah musim hujan pada awal bulan Maret ini berlalu, maka Sulbar akan dilanda musim pancaroba yang diperkirakan terjadi pada awal bulan April tahun 2011. "Setelah musim pancaroba berakhir pada akhir Juni atau pada awal Juli tahun 2011 maka sulbar akan dilanda musim kemarau," katanya.

Oleh karena itu dirinya meminta petani di Sulbar mewaspadai ancaman musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi itu agar tanaman padi petani tidak akan terancama kekeringan yang membuat mereka menjadi merugi.

Sementara itu menurut Edy, Sulbar merupakan daerah yang memiliki kawasan hutan luas sehingga menyerap air tanah yang cukup banyak ketika musim hujan terjadi, sehingga musim hujan harus diwaspadai.

Terkait hal itu, dirinya meminta agar masyarakat Mamuju juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam ketika musim hujan pada Maret 2011 ini masih tetap terjadi, karena rawan menimbulkan longsor dan banjir, yang dapat sewaktu-waktu terjadi.

"Petani juga harus mengantisipasi banjir jangan sampai hujan lebat terjadi yang mengancam tanaman pertaniannya karena dapat tergenang air yang dapat mengakibatkan gagal panen pada bulan Maret tahun 2011 ini," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita