Minggu, 20 Mei 2012
BPBD: Bengawan Solo Di Bojonegoro Kembali Aman
Kamis, 03 Maret 2011 06:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,3/3 (SIGAP) - Permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, kembali aman secara perlahan setelah airnya surut dibawah siaga banjir, setelah sehari sebelumnya sempat menunjukkan gejala akan meluap.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Budi Moelyono, Kamis (3/3) menjelaskan, permukaan air Bengawan Solo sehari yang lalu, sempat masuk siaga I dengan ketinggian air mencapai puncak 13,28 meter pukul 01.00 WIB dini hari Namun, ketinggian air tersebut, perlahan surut kembali dan ketinggian air turun menjadi 12,98 meter pukul 11.00 WIB.

"Perkiraan saya air akan terus turun, sebab tidak ada laporan air Bengawan Solo di daerah hulu Jateng juga Ngawi terjadi banjir," katanya menjelaskan.

Meski demikian, lanjutnya, kewaspadaan menghadapi kemungkinan meluapnya Bengawan Solo, tetap dilakukan. Hanya saja, pemantauan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro yang semula dilakukan satu jam sekali, diperpanjang menjadi tiga jam sekali, karena ketinggian air dibawah siaga banjir.

Dengan ketinggian air mencapai 13,28 meter itu, daerah bantaran Bengawan Solo, terutama di daerah pemukiman warga relatif aman. Tidak terkena luapan air Bengawan Solo yang hanya masuk mengenangi areal persawahan.

Pada musim hujan tahun ini, menurut dia, kewaspadaan yang dilakukan tidak hanya menghadapi kemungkinan ancaman banjir Bengawan Solo dan anak sungainya, lebih jauh juga mewaspadai bencana angin kencang, tanah longsor dan bencana lainnya.

Sementara itu, data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, ketinggan air Bengawan Solo di Tuban, Lamongan dan Gresik, masuk siaga II menghadapi ancaman banjir Bengawan Solo.

Menurut petugas setempat, ketinggian air Bengawan Solo pukul 10.00 WIB, di Babat Lamongan, masih merangkak naik mencapai 7,06 meter (siaga II), Pelangwot, Lamongan 4,87 meter (siaga II) dan Karanggeneng 3,67 meter (siaga II), sedangkan di Kuro, Gresik 1,56 meter (siaga II).

"Air di Bojonegoro memang turun, sedangkan di Tuban, Lamongan dan Gresik dalam sehari ini masih terus naik," kata petugas itu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita