Minggu, 20 Mei 2012
BPKAD: Pemkap Biak Belum Cairkan Dana Bos
Kamis, 03 Maret 2011 04:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/3 (SIGAP) - Pemerintah kabupaten Biak Numfor,Papua hingga awal Maret 2011 belum mencairkan dana bantuan operasional sekolah untuk SD dan SMP penerima tahun ini.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Frengki Korwa di Biak, Kamis, mengakui, hingga sekarang pencairan dana BOS tahun anggaran 2011 sedang dalam proses karena masih menunggu keluarnya keputusan Bupati terkait pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran setiap satuan kerja perangkat daerah.

"Pencairan dana BOS tinggal menunggu ketetapan DPA, dalam waktu dekat bantuan operasional untuk sekolah penerima BOS dibayarkan,"ujar Frengki Korwa.

Frengki berharap, para kepala sekolah yang akan menerima dana BOS 2011 diminta bersabar karena proses pencairan bantuan pendidikan bagi sekolah harus melalui prosedur pengelolaan keuangan daerah.

Frengki mengakui, untuk tahun anggaran 2011 kabupaten Biak Numfor menerima dana BOS bantuan pemerintah pusat sebesar Rp13,7 untuk dialokasikan kepada sekitar 31 ribu siswa SD dan SMP.

Frengki menyebutkan, berdasarkan ketentuan penyaluran dana BOS 2011 besaran bantuan operasional sekolah bagi siswa SMP ditetapkan sebesar Rp570 ribu/siswa per tahun,sementara untuk siswa SD diberikan bantuan sebesar Rp397 ribu/siswa.

"Keterlambatan pencairan dana BOS karena adanya perubahan regulasi secara nasional dimana mulai 2011 penyaluran bantuan pendidikan ini ditransfer ke kas daerah pemkab Biak Numfor,"ujarnya.

Beberapa kepala sekolah di Biak, mengharapkan, pemkab Biak segera mencairkan anggaran BOS guna membantu sekolah untuk mendukung kelancaran belajar mengajar bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional mulai 18 April mendatang.

"Sekolah sebagai penerima dana BOS menunggu realisasi pencairan untuk membiayai proses belajar mengajar siswa serta berbagai kebutuhan di sekolah,"ungkap Hendrik, salah seorang kepala sekolah.

Data penerima dana BOS 2011 untuk siswa SD negeri dan swasta sebanyak 23 ribu siswa tersebar di 165 SD, sementara jenjang pendidikan SMP mencapai diatas 8.100 siswa berasal 40 SMP dengan rincian 27 SMP negeri dan 13 SMP swasta. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita