Minggu, 20 Mei 2012
Pemkot Dumai Butuh Dukungan Atasi Flu Burung
Rabu, 02 Maret 2011 03:30
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/3 (SIGAP) - Pemerintah Kota Dumai, Riau, melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) setempat mengharapkan dukungan pihak luar dalam ikut mengatasi flu burung yang ditemukan pada beberapa lokasi di kota tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Disnakkanla Kota Dumai, Budiyono, Rabu (2/3) mengatakan, harapan bantuan juga dari Bank Dunia untuk mengatasi kendala minimnya anggaran yang tersedia pada APBD Kota Dumai serta minimnya dana APBD Provinsi Riau dan APBN yang dialokasi untuk mengatasi wabah H5N1.

"Sebelumnya kita sempat mengajukan anggaran kepihak provinsi melalui APBD untuk menanggulangi kasus ini, namun tidak ditanggapi. Selanjutnya, dengan inisiatif dinas, kita mencoba untuk menajaring dana Bank Dunia yang sebelumnya telah disalurkan ke provinsi dan sempat berhasil," kata Budiyono.

Meski jumlahnya tidak seberapa, terang Budiyono, namun setidaknya dapat dialokasikan untuk penanganan kasus-kasus flu burung yang sebelumnya juga sempat melanda Dumai.

"Rencananya tahun ini akan kita coba lagi untuk meminta dana Bank Dunia di provinsi yang masih tersisa. Mudah-mudahan dapat. Syukur kalau APBD Dumai maupun provinsi mau membantu kasus flu burung ini, namun kayaknya susah," tuturnya.

Budiyono mengatakan, dana Bank Dunia untuk Indonesia dikabarkan disalurkan pada tahun lalu bersamaan dengan beberapa negara lainnya di Asia khususnya Asia tenggara yang difokuskan untuk upaya mengurangan penyebaran virus flu burung di lingkungan daerah dan mencegah kemungkinan terjadinya penularan antar manusia.

"Dana tersebut saat ini telah berada di provinsi. Dana ini juga jelas kemana arahnya yakni untuk penanganan atau pencegahan penularan flu burung, makanya kita mudah untuk mendapatkannya tahun lalu, dan tahun ini kita sangat mengharapkannya," paparnya.

Virus Avian influenza (H5N1) atau flu burung dikabarkan mulai menyusupi sejumlah wilayah Kota Dumai sejak Selasa (22/2) seiring ditemukannya ratusan ekor ayam mati secara mendadak milik warga yang tinggal di sejumlah wilayah kota itu.

Dokter Hewan dari Disnakkanla Kota Dumai, Agus mengatakan, dalam sepekan terakhir pihaknya telah menemukan beberapa kasus diduga flu burung di beberapa kelurahan yang berada di Kecamatan Dumai Barat.

"Dari tiga kelurahan meliputi Kelurahan Mekar Sari, Purnama dan Kelurahan Bukit Timah, didapati sejumlah hewan ternak atau unggas warga bermatian secara mendadak dimana setelah dilakukan pengujian sample ternyata positif flu burung," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, seperti yang diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen kesehatan RI, pencegahan pada unggas dapat dilakukan dengan cara pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung dan vaksinasi pada unggas yang sehat.

Sedangkan pada manusia, terutama kelompok yang berisiko tinggi adalah para pekerja peternakan dan pedagang. Untuk itu sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja, hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung, menggunakan alat pelindung diri (contoh masker dan pakaian kerja), meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja, membersihkan kotoran unggas setiap hari serta melakukan imunisasi.

Sedangkan bagi masyarakat umum perlu menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup, mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu dengan memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) dan memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita