Minggu, 20 Mei 2012
Warga Jambi Diimbau Selektif Saat Membeli Unggas
Rabu, 02 Maret 2011 03:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/3 (SIGAP) - Kepala Dinas Peternakan Kota Jambi Harlik mengimbau masyarakat di daerahnya agar lebih selektif saat membeli hewan unggas di pasaran, khususnya jenis ayam.

Dihubungi di Jambi, Rabu (2/3), Harlik mengatakan, himbauan tersebut dikeluarkan terkait munculnya kasus flu burung di beberapa titik kecamatan di Kota Jambi.

"Sampai saat ini sudah ada hampir 100 ayam mati mendadak dan dinyatakan positif H5N1 atau terkena virus flu burung. Untuk itu, warga harus waspada saat membeli unggas khususnya ayam," ujarnya.

Ada beberapa ciri ayam terindikasi flu burung, di antaranya kaki dan jengger serta kulit ada bintik-bintik kemerahan. Jengger juga berwarna merah kehitaman, daging ayam terlihat pucat tidak segar seperti daging sehat lainnya. Ayam yang masih hidup terlihat lesu dan lemah.

Untuk mengantisipasi penyebaran flu burung, Dinas Peternakan Kota Jambi telah menyebar beberapa tim ke sejumlah titik peternakan ayam maupun pasar di Kota Jambi.

"Jika ada ayam yang memiliki ciri-ciri seperti itu, kami sarankan untuk dikarantina. Yang mati lebih baik dibakar sebelum dipendam," jelasnya.

Peninjauan di lokasi pasar dimungkinkan karena sebagian besar produksi ayam dijual di pasar untuk menjegah meluasnya firus flu burung.

"Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan. Setiap ayam hidup maupun yang mati kami lakukan pengecekan. Kami juga berharap, peternak bisa memberikan vaksin ayam secara rutin," tuturnya.

Dinas Peternakan Kota Jambi sebelumnya menemukan 38 ekor ayam mati mendadak. Setelah dilakukan cek laboratorium, penyebab kematian ayam tersebut positif flu burung.

"Yang jelas kami juga berharap warga jangan panik. Kami terus melakukan pemantauan secara rutin, disamping itu warga juga harus aktif melapor jika terjadi kondisi aneh pada unggas," tambah Harlik.

Seperti yang diberitakan SIGAP sebelumnya, Kabupaten Cirebon termasuk daerah endemis flu burung, karena itu Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Keuhutanan (DPPPK) setempat secara kuntinyu memantau perkembangan kesehatan unggas agar kalau ada kasus ayam mati mendadak jangan sampai meluas.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita