Minggu, 20 Mei 2012
DPPPK: Cirebon Termasuk Daerah Endemis Flu Burung
Selasa, 01 Maret 2011 03:58
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/3 (SIGAP) - Kepala Seksi Penyakit Hewan DPPPK Kabupaten Cirebon drh Enjuswatiningsih mengatakan, Kabupaten Cirebon termasuk daerah endemis flu burung, karena itu Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Keuhutanan (DPPPK) setempat secara kuntinyu memantau perkembangan kesehatan unggas agar kalau ada kasus ayam mati mendadak jangan sampai meluas.

"Kabupaten Cirebon selain berbatasan dengan Jawa Tengah dengan mobilitas masyarakat menganggkut ternak cukup tinggi juga karena pupulasi unggas di daerah itu tergolong banyak," katanya kepada wartawan di Sumber, Selasa.

Dirinya menyebutkan, populasi unggas terdiri dari itik, mentok dan ayam kampung maupun broiler tercatat 2,2 juta ekor.

Dari populasi tersebut tercatat 1,06 juta ekor ayam kampung.

Ayam kampung termasuk sangat rentan flu burung karena peternak biasanya membiarkan peliharaannya mencari makan sendiri.

"Peternak biasanya tidak menyediakan pakan buat ayam kampung, yang penting ambil telur dan dagingnya, sehingga pola makan dan kesehatannya juga tidak pernah diperhatikan," katanya.

Sementara kemampuan vaksinasi yang disediakan oleh DPPPK hanya untuk 20 ribu ekor atau sekitar tujuh persen setiap tahun atau menjangkau delapan hingga 10 Kecamatan dari 40 kecamatan di Kabupaten itu, katanya.

Selebihnya, DPPPK mengandalkan penyemprotan daerah-daerah sentra ternak unggas,

Disamping itu, ada program FAO berupa PDSR (Perticipation disease respond) berupa tujuh tim masing-masing dua orang setiap tim yang aktif ke masyarakat untuk memastikan kesehatan hewan.

Tim tersebut berkerja sama dengan desa dan melibatkan masyarakat serta Puskesmas yang ada di daerah setempat.

"Alhamdulillah dengan adanya tim tersebut penularan penyakit flu burung dapat dicegah secara dini," katanya.

Diesebukannya, pada tahun 2010 ada 52 kasus unggas positif flu burung. "Tahun 2011 selama Januari hingga Februari ada dua ekor terkena flu burung dan itu langsung dimusnahkan," katanya.

Keuntungan lain dengan adanya PDSR sejak tahun 2006 tersebut adalah bisa mensosialisasikan ke masyarakat terutama tindakan yang harus diambil manakala ayamnya mendadak mati agar flu burung tidak meluas, tambahnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, Kabupaten Garut, Jawa Barat juga merupakan endemis atau tempat penyebaran virus H5N1 alias flu burung.

Setidaknya hal itu dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Garut, Dida K Endang, Minggu (27/2) lalu. Dirinya mengatakan, hampir seluruh warga kecamatan di Garut pernah terjangkit virus flu burung. Berdasarkan data tahun 2006 sedikitnya terdapat 75 kasus positif flu burung dengan kematian unggas mencapai 3 ribu ekor. Penyebaran virus ini terjadi di 48 desa yang berada di 38 kecamatan. Kondisi itupula yang menyebabkan ribuan warga Garut rawan tertular virus flu burung. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita