Minggu, 20 Mei 2012
Dinkes: Penderita KLB Diare Di Lebak 254 Orang
Selasa, 01 Maret 2011 01:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/3 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak H Maman Sukirman, Senin (28/2) mengatakan, Jumlah penderita akibat kejadian luar biasa (KLB) diare di Kabupaten Lebak sebanyak 254 orang dan satu diantaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.

Lebih lanjut Maman mengatakan, penderita diare tersebut menimpa warga Kecamatan Rangkasbitung sebanyak 192 orang, Cikulur 41 orang, Maja 14 orang dan kecamatan Kalanganyar tujuh orang.

Dirinya mengatakan, penderita yang meninggal dunia benama Suni (60) warga Desa Muara Dua Kecamatan Cikulur.

Para penderita diare ditangani tenaga medis Rumah Sakit, Puskesmas, serta Posko Kesehatan desa, katanya.

Saat ini, katanya, para korban diare sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing karena kondisi kesehatanya membaik.

"Kami sudah melakukan pemantauan di Rumah Sakit, Posko Kesehatan dan Puskesmas tidak ada lagi yang dirawat," katanya.

Menurut Maman, dari 254 orang penderita diare sebagian besar menimpa warga di Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung.

Penyebab penyebaran diare tersebut, diduga dari salah satu rumah warga yang menggelar pernikahan di Desa Pasir Tanjung.

Karena itu, petugas medis sudah mengambil sampel makanan dan air yang dikonsumsi warga untuk dilakukan penelitian di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengemabangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.

"Kami bisa mengumumkan penyebab penularan diare selama satu pekan setelah dilakukan hasil penelitian Balitbangkes," katanya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya untuk mencegah penularan penyakit tersebut kini petugas medis memberikan penyuluhan-penyuluhan di daerah endemik diare agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk sebelum makan terlebih dulu mencuci tangan.

Selain itu juga mengajak warga agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menggunakan air Sungai Ciberang untuk keperluan mandi, cuci dan kaku (MCK).

Warga juga diberikan obat-obatan untuk mencegah diare, seperti obat anti infeksi dalam dan oralit.

"Saya kira sepanjang PHBS dan lingkungan dinilai baik dipastikan tidak akan terjadi kejadian luar biasa (KLB) diare," ujarnya.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung dr Budi Mulyanto, mengatakan merebaknya kasus penyakit diare tersebut setelah warga menyantap jamuan di salah satu rumah warga yang menggelar pesta pernikahan pada Minggu (20/2).

Selama beberapa jam, kata Maman, warga mengalami gejala buang air besar berkali-kali, mual, dan pusing hingga kondisi kesehatan penderita lemas.

"Sejak itulah mereka mendatangi Rumah Sakit, Puskesmas dan Posko kesehatan," katanya.

Namun demikian, kasus KLB diare di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung tidak memakan korban jiwa karena cepat dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan pos kesehatan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita