Minggu, 20 Mei 2012
BMKG: Perairan NTT Masih Dilanda Gelombang Tinggi
Senin, 28 Februari 2011 09:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/2 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang laut antara 3,0-5,0 meter masih terus melanda sebagian besar wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga awal Maret.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful Hadi, di Kupang, Senin (28/2) mengatakan, gelombang setinggi itu berpeluang terjadi di perairan NTT bagian Selatan dan Timur seperti di Laut Flores Laut Timor.

Sedangkan khusus untuk Laut Arafuru Barat dan Selat Rote pergerakan gelombang antara 3,0-4,0 meter, sementara Laut Sawu, Pantai Selatan Sumbawa antara 3,0-5,0 meter.

Untuk Selat Ombai tinggi gelombang berkisar antara 2,0-2,5 meter dan Selat Sape serta Selat Sumba antaa 2,5-3,0 meter.

Menurutnya, tinggi gelombang laut diperairan NTT ini dipicu oleh keadaan cuaca yang significant yaitu tekanan udara di belahan bumi Bagian Barat Daya Australia lebih rendah dibanding dengan belahan bumi utara.

"Kondisi ini memicu terjadinya angin yang bertiup sangat kencang yang berdampak pada gelombang yang sangat tinggi serta curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat ," katanya.

Dirinya mengatakan, situasi cuaca seperti ini telah disampaikan ke publik melalui situs maupun lewat prakiraan tertulis yang disebar ke berbagai medaa yang ada, termasuk ke lembaga dan badan pengelola penyeberangan kapal laut, penerbangan udara dan lainnya untuk diketahui dan selalu berwaspada.

Artinya, menurut Saiful, masyarakat harus selalu mewaspadai kondisi cuaca, karena jika lengah dapat menganggu kenyamanan beraktivitas di laut.

"Salah satu wujud nyata yang terjadi di NTT saat ini adalah semua jalur pelayaran ke berbagai wilayah perairan di NTT ditutup oleh management PT Indonesia Ferry Cabang Kupang, hingga awal Maret atau sampai ada peringatan lanjutan dari BMKG setempat," katanya.

Manajer Operasional Indonesia Ferry Cabang Kupang Arnol Yansen, secara terpisah di Kupang, Senin, membenarkan hal tersebut.

"Semua lintasan penyeberangan feri di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditutup hingga awal Maret mendatang karena perairan di daerah ini dinyatakan tidak aman untuk pelayaran," katanya.

Arnol Yansen mengatakan, untuk sementara semua armada feri diparkir di dermaga sambil menunggu cuaca membaik.

"Mudah-mudahan awal Maret atau waktu yang sudah kami tetapkan ini, keadaan sudah mulai normal kembali, sehingga transportasi yang menghubungkan pulau-pulau di NTT bisa dibuka kembali," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita